Kehebatan Marcus Rashford Ternyata Terinspirasi Dari Legenda Arsenal 228 Gol Ini

Gilabola.com – Pada Juli 2020 lalu, Thomas Tuchel yang kala itu masih membesut Paris Saint-Germain dikabarkan sangat mengidamkan transfer Marcus Rashford karena menganggap penyerang Inggris itu sebagai model sempurna dari pemain penyerang dinamis modern.

Bahkan laporan menyebutkan bahwa Thomas Tuchel berpikir bahwa penyerang Manchester United itu “tidak menyadari betapa bagus dirinya sebenarnya” dan sangat mengagumi keserbagunaan Marcus Rashford, serta ingin menjadikannya sebagai alternatif jangka panjang untuk Kylian Mbappe.

Memang pemain internasional Inggris itu adalah tipe penyerang yang unik. Dia bukan tipe striker no.9 tradisional dan juga bukan pemain dengan karakter winger yang terlalu bermain melebar. Tapi justru itu menjadi nilai plus dari pemain 23 tahun itu karena dia menjadi pemain yang serbaguna.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sejak debutnya bersama Louis van Gaal hingga kini di era Ole Gunnar Solskjaer, Marcus Rashford kerap diandalkan di berbagai peran di posisi menyerang dan bermain sama baiknya. Di musim ini dia 12 kali bermain sebagai winger kiri, penyerang sentral 11 kali, dan empat kali sebagai winger kanan.

Ternyata, cara bermain Marcus Rashford ini banyak terinspirasi dari mantan penyerang Arsenal pencetak 228 gol dan 104 assist Thierry Henry. Penyerang United itu mengakui bahwa dia tak hanya memperhatikan bagaimana caranya bermain, tapi juga memperhatikannya saat dia berbicara tentang sepak bola di TV.

Penyerang berusia 23 tahun itu menjelaskan, “Dia adalah seseorang yang saya perhatikan dengan cermat dan dia adalah pemain sepak bola yang luar biasa. Dia benar-benar tahu sepak bolanya juga, jadi saya masih mendengarkan wawancaranya dan cara dia berbicara tentang finishing.”

Penyerang United itu sejauh ini telah mengoleksi 81 gol dalam 242 penampilan untuk Manchester United, namun dia tidak pernah menganggap dirinya sebagai penyerang tengah konvensional, suatu peran bermain yang juga dia pelajari dari Thierry Henry.

Dia menambahkan, “Ketika saya berusia sekitar 16 atau 17 tahun, ketika saya pertama kali bermain dalam peran No 9 itu, Henry adalah seseorang yang saya lihat karena dia bukan No 9 tradisional. Dia adalah seseorang yang bergerak ke kanan dan kiri, dia melakukan banyak hal dengan bola, dia tidak seperti yang Anda anggap sebagai striker tradisional dalam sepak bola Inggris.”

“Ketika saya pertama kali bermain di posisi No 9, saya tahu saya tidak akan pernah bisa menjadi tipe tradisional No 9 itu. Seseorang yang akan menahan bola, memenangkan sundulan dan melakukan hal-hal seperti itu. Tapi saya juga tahu kualitas yang saya miliki dan apa yang bisa saya lakukan sebagai striker.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO