Tottenham Hotspur kembali menelan kekalahan di kandang sendiri setelah takluk 1-2 dari Newcastle United, hasil yang semakin memperberat tekanan terhadap pelatih kepala Thomas Frank. Kekalahan ini membuat Spurs turun ke peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris dan semakin dekat dengan persaingan zona degradasi, sementara Newcastle meraih kemenangan tandang yang jarang mereka dapatkan musim ini.
Sorakan kekecewaan kembali terdengar dari tribun ketika laga berakhir. Bagi Tottenham, ini bukan sekadar hasil buruk, melainkan kelanjutan dari periode sulit yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Newcastle Lebih Terkontrol Sejak Awal
Newcastle tampil lebih rapi dan terorganisasi sejak menit awal, meski mereka datang dengan catatan tandang yang kurang meyakinkan. Tekanan tim tamu akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum ketika Malick Thiaw membuka keunggulan Newcastle.
Sebelum gol tersebut, Newcastle sempat mengira mereka unggul lebih cepat lewat Joe Willock. Namun, gol itu dianulir karena offside tipis, sebuah keputusan yang disebut sebagai salah satu offside terdekat yang pernah terlihat oleh mantan wasit Mike Dean.
Meski demikian, Newcastle tidak kehilangan kendali permainan dan tetap menjadi tim yang lebih dominan sepanjang laga.
Harapan Singkat yang Kembali Padam
Tottenham sempat menunjukkan respons positif di babak kedua. Dukungan publik tuan rumah meningkat ketika Archie Gray mencetak gol penyama kedudukan setelah turun minum, memicu optimisme bahwa Spurs bisa membalikkan keadaan.
Namun, harapan itu hanya bertahan singkat. Empat menit berselang, Jacob Ramsey kembali membawa Newcastle unggul dengan penyelesaian dari dalam kotak penalti, meski ia dikepung beberapa pemain bertahan Tottenham.
Gol tersebut kembali menegaskan rapuhnya lini belakang Spurs dan memadamkan momentum yang baru saja mereka bangun.
Posisi Thomas Frank Makin Terjepit
Hasil ini membuat Thomas Frank mencatatkan persentase kemenangan terendah di antara seluruh manajer Tottenham di era Premier League, dengan angka hanya 26,9 persen. Kekalahan ini juga menjadi yang ke-15 sejak ia menangani tim.
Rentetan hasil negatif membuat Tottenham belum meraih satu pun kemenangan liga sepanjang 2026, sementara rekor tanpa kemenangan mereka kini mencapai delapan pertandingan. Tekanan dari suporter semakin keras, dengan nyanyian yang menuntut pemecatan Frank terdengar sebelum peluit akhir dibunyikan.
Di sisi lain, kemenangan ini memberi kelegaan bagi Eddie Howe. Newcastle naik ke peringkat ke-10 klasemen dan mengakhiri empat laga tanpa kemenangan di kompetisi liga.
Tottenham kini memiliki jeda 12 hari sebelum pertandingan berikutnya, tetapi tantangan berat sudah menanti. Mereka akan menghadapi pemuncak klasemen sekaligus rival sekota, Arsenal, dalam laga berikutnya pada 22 Februari.

