Kenapa Harus Luis Enrique? Manchester United Lebih Baik Permanenkan Michael Carrick

Michael Carrick masih belum terkalahkan sejak ditunjuk menangani Manchester United hingga akhir musim. Dalam enam pertandingan pertamanya sebagai manajer interim, mantan gelandang Setan Merah itu membawa timna meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan tersebut memicu desakan agar klub tak lagi mencari opsi lain untuk musim depan.

Carrick mengambil alih kursi pelatih setelah Ruben Amorim diberhentikan. Sejak itu, atmosfer di Old Trafford disebut berubah. Hasil pertandingan membaik, respons publik pun ikut menghangat. Situasi ini menjadi dasar kuat bagi sejumlah pengamat untuk mendorong manajemen mempertimbangkan pengangkatan permanen.

Dukungan Terbuka untuk Carrick

Jody Morris menjadi salah satu suara paling lantang. Mantan pemain dan pelatih Chelsea yang pernah satu angkatan lisensi kepelatihan dengan Carrick itu menilai performa awal sang pelatih sudah cukup menjadi pijakan.

Berbicara dalam program In The Mixer yang dibawa Sky Bet, Morris tidak menyembunyikan kekagumannya.

“Carrick luar biasa. Saya sudah lama mengenalnya. Dia mahasiswa sepak bola yang cerdas,” ujar Morris.

Ia juga menyinggung perubahan cepat yang dilakukan Carrick, termasuk keputusan memainkan Kobbie Mainoo. Menurutnya, langkah tersebut langsung memberi dampak positif.

Morris bahkan menyebut akan menjadi kesalahan besar bila Manchester United tidak memberikan jabatan permanen kepada Carrick apabila tren positif ini berlanjut hingga akhir musim Liga Inggris.

“Saya selalu mendukung pelatih muda Inggris mendapat kesempatan. Kalau dia terus seperti ini, tidak memberinya pekerjaan itu akan menjadi tindakan yang keliru,” katanya.

Nama Luis Enrique Muncul, Tapi Diragukan

Di tengah performa stabil Carrick, nama pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, sempat disebut sebagai kandidat pesaing untuk kursi manajer musim panas nanti.

Namun Morris justru meragukan kemungkinan itu. Ia menilai peluang Enrique meninggalkan Paris untuk menuju Old Trafford tidak besar.

“Saya tetap memilih Carrick, karena saya tidak yakin Luis Enrique akan datang ke Manchester United,” ucapnya.

Pandangan serupa datang dari mantan bek Manchester City, Joleon Lescott. Ia mempertanyakan apakah Enrique melihat Manchester United sebagai penantang serius dalam waktu dekat.

“Saya tidak tahu apakah Enrique mau ke sana sekarang. Saya tidak yakin dia melihat mereka sebagai penantang gelar,” kata Lescott.

Menurutnya, Carrick justru punya modal lebih kuat karena koneksi emosional dengan klub dan pendukung.

Dampak bagi Arah Klub

Jika tren ini berlanjut, keputusan manajemen Manchester United pada musim panas nanti bukan sekadar soal memilih nama besar atau pelatih internal. Ini tentang arah pembangunan tim.

Carrick memiliki kedekatan historis dengan klub serta penerimaan cepat dari suporter. Dalam situasi ketika kepercayaan publik sempat goyah sebelum pergantian pelatih, enam laga tanpa kekalahan telah mengubah persepsi. Ada optimisme yang sebelumnya sulit ditemukan.

Pilihan antara melanjutkan proyek bersama Carrick atau mendatangkan figur seperti Luis Enrique akan menjadi penentu fase berikutnya. Untuk saat ini, hasil di lapangan berbicara jelas. Carrick belum kalah, dan dukungan terhadapnya semakin menguat.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!