Gilabola.com – Michael Carrick berpotensi memiliki beban ganda dalam tugasnya di Manchester United karena nggak hanya urusan taktik, keputusan krusialnya soal seleksi Casemiro bisa berpotensi mengaktifkan klausul kontrak yang bisa mencapai Rp 354 Miliar.
Carrick langsung mendapatkan ujian terberat dari semua jenis ujian yang ada dalam pertandingan debutnya sebagai pelatih interim saat dia harus menghadapi derbi melawan Manchester City besutan Pep Guardiola di PremiCer League.
Di balik persiapan untuk pertandingan derbi sarat gengsi ini, juru taktik berusia 44 tahun itu juga dihadapkan pada persiapan teknis, yang terdapat persoalan kontraktual yang tidak kalah penting.
Persoalan itu berkaitan dengan situasi Casemiro, dengan gelandang bertahan berusia 33 tahun itu masih terikat kontrak di Old Trafford sampai akhir musim ini. Nah, dalam kontraknya, ada klausul perpanjangan otomatis selama setahun.
Klausul itu berpotensi aktif secara otomatis apabila syarat tertentu terpenuhi. Jadi, situasi ini membuat setiap keputusan pemilihan pemain yang dilakukan Carrick memiliki dampak finansial jangka panjang klub.
Saat direkrut dari Real Madrid pada 2023, Casemiro menerima gaji fantastis sebesar Rp 7,9 Miliar per pekan. Tapi, kegagalan Manchester United lolos ke Liga Champions membuat angka tersebut turun ke bawah Rp 6,8 Miliar.
Lalu, masalah muncul karena klausul kontrak gelandang Brasil itu menyatakan bahwa gaji awal akan aktif jika perpanjangan otomatis terjadi bersamaan dengan lolosnya klub ke Liga Champions.
Secara rinci, klausul itu berbunyi bahwa klausul perpanjangan akan aktif jika Casemiro menjadi starter dalam 35 pertandingan di semua kompetisi pada musim 2025/26. Dengan kalender kompetisi saat ini, peluang tersebut semakin menyempit.
Tersingkirnya The Red Devils secara dini di Piala FA dan Carabao Cup selain absen dari turnamen sepak bola Eropa membuat jumlah pertandingan mereka menjadi semakin terbatas.
Kini, untuk bisa mencapai jumlah starter dalam 35 pertandingan itu, Casemiro perlu turun sebagai starter di semua pertandingan tersisa Manchester United di PRemier League musim ini.
Sepanjang musim liga ini, gelandang berusia 33 tahun itu hampir selalu menjadi pilihan utama ketika tersedia. Dari seluruh laga Premier League yang bisa dia mainkan, hanya satu pertandingan yang dilewatkan sebagai starter.
Bagi Carrick, situasi ini menghadirkan dilema. Jika Casemiro terus dimainkan tanpa jeda, klausul tersebut akan aktif secara otomatis. Dampaknya, jika United gagal lolos ke Liga Champions dan Casemiro hengkang saat kontraknya berakhir, klub bisa menghemat sekitar Rp 354 Miliar.
Sebaliknya, jika klausul perpanjangan kontrak otomatis itu aktif dan gaji kembali ke angka awal, biaya tahunan Casemiro bisa mencapai Rp 413 Miliar, angka yang tentu cukup membebani klub.
Pendapat Kami
Carricik seharusnya tidak perlu memikirkan masalah ini sih. Paling tidak karena satu alasan, sulit bagi mereka untuk lolos ke Liga Champions musim depan, jadi tidak ada gunanya dibuat dilema untuk memainkan Casemiro sebagai starter atau tidak.

