
Gilabola.com – Berita pemecatan Ruben Amorim menjadi berita terpanas yang sedang banyak dibahas usai pengumuman resmi Manchester United, dan ledakan pelatih Portugal itu kini mulai mendapatkan sorotan.
Semua berawal dari konferensi pers di Elland Road setelah hasil imbang dengan skor 1-1 melawan Leeds, saat dia menyampaikan bahwa dirinya datang sebagai manajer, bukan sekadar pelatih.
Kata-kata itu merupakan sindiran keras kepada pihak manajemen, lantaran dia tidak diberi kewenangan dalam urusan transfer klub, sesuatu yang membuat konflik semakin memuncak dan berakhir pemecatan.
Di awal konferensi pers, Amorim tampak menjalani wawancaranya seperti biasa. Dia bahkan terkesan cukup puas dengan kinerja timnya terlepas dari hasil imbang 1-1 di Elland Road, ketika gol Matheus Cunha menyelamatkan tim dari kekalahan.
Tapi ketika wartawan mulai bertanya soal kewenangan dan dukungan klub di bursa transfer, nada bicaranya berubah. Amorim bahkan tegas mengatakan bahwa departemen lain di klub harus bekerja sebagaimana mestinya.
Banyak wartawan yang tertegun mendengar jawaban itu, kata-kata yang tampak seperti sebuah sindiran langsung ke tim rekrutmen Manchester United dan juga direktur olahraga klub.
Orang-orang pun mulai sadar bahwa ada yang tidak beres. Nada sabar dan tenang yang biasanya ditampilkan mulai hilang. Benar saja, komentar terbuka itu akhirnya berbuntut panjang.
Manajemen klub merasa tersinggung dengan komentara Amorim dan tidak sampai sehari, Manchester United kemudian membuat keputusan dan pengumuman resmi soal pemecatan juru taktik Portugal itu.
Amorim merasa kecewa karena tidak dijadikan sebagai figur utama dalam urusan transfer klub, merasa datang sebagai manajer dan bukan pelatih, sementara pihak klub tetap dengan struktur yang sudah ditetapkan. Manajemen di atas pelatih!
Di sinilah benturan mulai muncul. Amorim yang kehilangan kesabaran akhirnya mulai vokal, sementara pihak klub menilai bahwa sikapnya sudah melewati batas. Apalagi, prestasi Amorim di atas lapangan tidak cukup kuat untuk menjadi tameng.
Dengan kepercayaan yang semakin runtuh, klub akhirnya memilih jalan cepat. Kontrak diputus, proyek dihentikan. Kebersamaan selama 14 bulan pun berakhir, dengan Darren Fletcher telah ditunjuk sebagai pelatih karetaker.
Pendapat Kami
Amorim mungkin hanya ingin didengar, tapi caranya menyampaikan justru menjadi bumerang, terutama karena disampaikan dalam ruang publik. Saat prestasi belum cukup kuat, bicara terlalu jauh memang bisa berisiko besar.
