Site icon Gilabola.com

Klasemen Liga Inggris TANPA VAR: Tottenham Selamat, Arsenal Masih Bisa Juara?

Mikel Arteta dan pemain Arsenal merayakan gelar juara Premier League

Gilabola.com – Arsenal rupanya tetap tidak tergoyahkan di puncak Premier League meski teknologi VAR dihapus dari musim ini. Bedanya tipis sekali.

Berdasarkan riset dari AceOdds, The Gunners masih keluar sebagai juara Liga Inggris, tetapi hanya unggul selisih gol dari Manchester City dalam perebutan trofi.

Situasi itu membuat musim Arsenal terlihat makin dramatis. Sebab tanpa bantuan VAR sekalipun, tim asuhan Mikel Arteta tetap mampu menjaga posisi mereka di atas rival utama.

Yang berubah justru persaingan di papan tengah dan zona degradasi.

Klasemen Akhir Liga Inggris Tanpa VAR

Klasemen Akhir Liga Inggris Tanpa VAR – sumber Mirror.co.uk

Tottenham Tak Akan Deg-Degan

Tottenham ternyata bakal selamat dengan lebih nyaman bila Premier League dimainkan tanpa VAR. Mereka tidak perlu menunggu laga terakhir untuk memastikan bertahan di kasta tertinggi.

Spurs disebut finis sembilan poin di atas zona merah. Gol Joao Palhinha saat menang atas Everton tetap menjadi penyelamat penting dalam perhitungan tersebut.

Nasib berbeda dialami West Ham.

Klub London itu sebenarnya terdegradasi di klasemen resmi, tetapi simulasi tanpa VAR memperlihatkan mereka justru aman. Kemenangan 3-0 atas Leeds menjadi penentu bertahannya The Hammers.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Sebaliknya, Nottingham Forest yang harus turun kasta bersama Burnley dan Wolves setelah cuma bermain imbang melawan Bournemouth pada pekan terakhir.

Chelsea Bisa Makin Berantakan

Musim buruk Chelsea ternyata bisa lebih kacau lagi tanpa keberadaan VAR.

The Blues yang finis di papan tengah disebut bakal melorot ke paruh bawah klasemen. Sunderland yang mengalahkan Chelsea di laga terakhir justru menikmati musim luar biasa dengan finis ketujuh dan lolos ke Europa League.

Meski begitu, Sunderland tetap mengalami penurunan posisi dalam simulasi tanpa VAR. Mereka turun ke peringkat 13 dan berada di bawah rival lokal mereka, Newcastle.

Bournemouth juga ikut menikmati perubahan besar.

Klub tersebut diklaim mampu finis di posisi kelima dan merebut tiket Europa League setelah melewati Liverpool dengan selisih dua poin. Padahal Liverpool datang ke musim ini sebagai juara Premier League 2025.

Hasil itu membuat musim The Reds terlihat jauh lebih mengecewakan.

Slot dan Arteta Buka Suara

Usai bermain imbang melawan Brentford pada laga terakhir, pelatih Liverpool Arne Slot mengakui tiket Liga Champions menjadi target minimum timnya musim ini.

“Kami datang ke sini hari ini untuk mendapatkan target minimum, dan itu adalah lolos ke Liga Champions,” kata Slot.

“Kalau melihat klasemen liga, klub besar pun bisa gagal lolos ke Liga Champions atau Eropa. Dalam beberapa musim terakhir sudah ada klub besar yang gagal ke Eropa, jadi kami tidak bisa menganggap itu hal biasa. Tapi jelas kami menginginkan lebih.”

Di kubu Arsenal, Mikel Arteta justru ingin momentum gelar juara menjadi awal dominasi baru.

“Apa yang saya katakan kepada para pemain adalah bahwa jersey ini sekarang mewakili sesuatu yang berbeda,” ujar Arteta.

“Kami adalah juara dan itu membawa rasa percaya diri serta energi yang berbeda. Tapi ada tanggung jawab yang lebih besar juga.”

“Tugas saya sekarang, dan semua orang di klub, adalah menjaga standar itu dan meraih lebih banyak lagi karena saya yakin kami mampu terus menang.”

Opini Gilabola.com

Simulasi seperti ini memang selalu memancing debat panjang, apalagi soal VAR yang sampai sekarang masih jadi topik sensitif di Premier League. Menariknya, Arsenal tetap berada di puncak meski teknologi itu dihilangkan.

Yang paling terasa justru efeknya ke klub-klub papan tengah dan zona degradasi. Selisih satu keputusan ternyata bisa mengubah nasib satu musim penuh.

Exit mobile version