
Gilabola.com – Manchester United dilanda konflik internal setelah sejumlah pihak, termasuk Rio Ferdinand, menuding Gary Neville ikut memberi tekanan yang berujung pada pemecatan Ruben Amorim. Situasi memanas hanya 24 jam setelah Amorim secara terbuka menyebut nama Neville dalam konferensi pers pascalaga kontra Leeds United.
Amorim kehilangan jabatannya sebagai pelatih kepala Manchester United sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu. Dalam konferensi pers tersebut, pelatih asal Portugal itu melontarkan kritik tajam yang mengisyaratkan adanya ketegangan dengan jajaran internal klub.
Nama Gary Neville Disebut Langsung oleh Amorim
Sebelum meninggalkan ruang konferensi pers, Ruben Amorim secara eksplisit menyinggung peran pundit Sky Sports, Gary Neville. Ia menilai ada pihak-pihak di dalam klub yang tidak mampu menerima kritik yang datang dari sosok seperti Neville.
“Jika orang-orang tidak bisa menangani Gary Neville dan kritik terhadap segala hal, maka kami perlu mengubah klub ini,” ujar Amorim kala itu.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi adanya konflik di balik layar antara Amorim dan manajemen Manchester United. Sehari berselang, keputusan pemecatan pun diambil.
Rio Ferdinand Angkat Suara soal Tekanan Media
Gelombang kritik kemudian mengarah ke Gary Neville. Sejumlah suporter Manchester United menilai legenda klub itu terlalu keras mengkritik Amorim di televisi. Kritik tersebut diperkuat oleh Rio Ferdinand.
Mantan bek United yang kini juga menjadi pundit itu menyebut Neville dan Jamie Carragher telah “menguliti” Amorim sejak awal ketika tim tidak meraih hasil maksimal.
Rio Ferdinand menilai perlakuan tersebut tidak seimbang, terutama jika dibandingkan dengan cara Neville dan Carragher menilai kinerja pelatih Liverpool, Arne Slot, yang juga mengalami awal musim buruk.
“Saya ingin melihat energi yang sama untuk Arne Slot sekarang,” kata Rio melalui kanal YouTube Rio Presents.
Menurut Rio, masalah utamanya adalah konsistensi dan keseimbangan dalam memberikan kritik, baik kepada Manchester United maupun klub rival.
Dukungan Suporter dan Serangan Balik ke Neville
Pernyataan Rio Ferdinand mendapat banyak dukungan dari penggemar Manchester United di media sosial. Sejumlah komentar menyebut kritik Rio sebagai langkah yang tepat dan menyindir peran Neville sebagai pundit.
Sebagian suporter bahkan melontarkan sindiran dengan menyarankan Neville saja yang menjadi manajer karena dianggap “paling tahu segalanya”. Ada pula yang mempertanyakan kelayakan Neville menghakimi pelatih lain, mengingat rekam jejaknya sebagai manajer di masa lalu.
Gary Neville sendiri sebelumnya mengklaim masih cukup mendukung Manchester United dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut penampilan melawan Bournemouth, Aston Villa, dan Newcastle layak diapresiasi.
Namun Neville menegaskan dirinya tidak bisa bersikap positif setelah penampilan buruk United melawan Wolves dan Everton, yang menurutnya memang pantas dikritik.
Situasi Terkini Manchester United
Pasca pemecatan Ruben Amorim, mantan gelandang Manchester United, Darren Fletcher, ditunjuk sebagai pelatih interim tim utama. Fletcher sebelumnya menangani tim U-18 dan pernah bermain bersama Neville serta Ferdinand.
Sementara itu, manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk posisi pelatih permanen. Kontrak Glasner sendiri akan berakhir pada musim panas mendatang.
Di luar lapangan, Manchester United juga menghadapi tantangan besar. Pemilik saham minoritas, Sir Jim Ratcliffe, dikabarkan harus mengurangi keterlibatannya dalam operasional klub karena masalah finansial di perusahaan kimia miliknya, Ineos.
Perusahaan tersebut disebut menanggung utang sebesar £18 miliar atau sekitar Rp360 triliun, kondisi yang berpotensi memengaruhi rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100 ribu penonton serta investasi pemain ke depan.
