Gilabola.com – Manchester United pulang dengan kemenangan penting 2-3 di kandang Arsenal di laga lanjutan Premier League pada Minggu (25/1) malam WIB, tapi satu momen yaitu gol Patrick Dorgu menuai kontroversi karena ada yang menganggap adanya handball.
The Gunners sempat memimpin terlebih dulu melalui gol bunuh diri Lautaro Martinez yang ditekan Jurrien Timber, sebelum Bryan Mbeumo menyamakan skor berkat kesalahan umpan Martin Zubimendi.
Manchester United kemudian berbalik unggul di babak kedua melalui sepakan Patrick Dorgu dari luar kotak penalti, tapi gol itu sempat menuai protes dari para pemain tuan rumah.
Statistik Arsenal vs Manchester United
- Gol : 2-3
- Total tembakan : 15-10
- Tembakan ke arah gawang : 4-3
- Penguasaan bola : 57-43
- Operan : 398-355
- Akurasi operan : 87-79
Pihak Arsenal menilai bahwa ada potensi handball yang dilakukan pemain Denmark itu dalam proses terciptanya gol dan menuntut intervensi VAR, tapi wasit Craig Pawson tetap bersikukuh untuk mengesahkan gol tersebut.
Laga akhirnya dilanjutkan, dan meski Mikel Merino sempat menyamakan skor lewat situasi sepak pojok, tapi sepakan luar kotak penalti dari Matheus Cunha akhirnya membungkam publik tuan rumah.
Proses Keputusan Wasit dan VAR
Kini mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, akhirnya buka suara untuk memberikan pendapatnya soal gol Dorgu yang diprotes para pemain Arsenal karena dianggap handball.
Dia menjelaskan bahwa bukti visual tidak cukup untuk membatalkan gol spektakuler bintang Manchester United itu karena VAR butuh kepastian mutlak bahwa bola memang menyentuh tangan sebelum gol dianulir.
Dalam kasus gol Dorgu ini, Gallagher yakin bahwa arah pantulan bola lebih mengarah ke pinggul daripada tangan, jadi keputusan wasit Craig Pawson sudah tepat untuk mengesahkan gol tersebut.
Pendapat serupa diungkap oleh mantan peyerang Liga Inggris, Jay Bothroyd, yang mengatakan bahwa jika tidak ada sudut kamera yang benar-benar memastikan adanya pelanggaran, maka keputusan mengesahkan gol sudah tepat.
Bothroyd juga menyinggung reaksi cepat Martin Zubimendi yang langsung mengajukan protes karena menganggap Dorgu handball. Tapi, kedekatan posisi pemain dengan bola tidak cukup menjadi dasar tanpa bukti visual yang jelas.
Opini Gilabola
Jika melihat tayangan ulang, kami menilai bahwa arah pantulan bola memang lebih mengarah ke pinggul daripada tangan. Jadi itu sudah keputusan yang tepat untuk mengesahkan gol Dorgu.
Perlu bukti yang benar-benar jelas untuk bisa membatalkan sebuah gol dan untuk kasus Dorgu, tidak ada bukti visual yang cukup untuk membatalkan gol. So, dengan ini, kontroversi selesai dan gol Dorgu sah!

