Site icon Gilabola.com

Krisis Bek Tengah Liverpool Buka Jalan untuk Rekrutan Rp1,06 Triliun Ini

Jeremy Jacquet pemain Liverpool

Musim baru bahkan belum dimulai, tetapi Liverpool sudah menghadapi persoalan di sektor pertahanan.

Ketika para pemain mulai kembali ke AXA Training Centre untuk menjalani persiapan musim 2026/27, Andoni Iraola dipastikan belum bisa bekerja dengan skuad yang lengkap.

Sejumlah pemain senior masih menjalani masa liburan usai musim berakhir dan keterlibatan mereka di ajang Piala Dunia.

Situasi itu membuat beberapa pemain muda mendapat peluang yang mungkin tidak akan datang pada waktu lain.

Liverpool Kekurangan Bek Tengah Saat Pramusim

Perubahan besar sudah terjadi di Anfield. Setelah gagal mempertahankan gelar Liga Inggris, Arne Slot kehilangan pekerjaannya dan Liverpool menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih baru.

Saat Iraola mulai membangun timnya, stok bek tengah justru sedang menipis.

Liverpool telah kehilangan Ibrahima Konate yang bergabung dengan Real Madrid setelah kontraknya berakhir.

Kondisi itu membuat Virgil van Dijk menjadi satu-satunya bek tengah senior murni yang tersisa dalam skuad, jika Joe Gomez yang dikenal serbabisa tidak dihitung dalam kategori tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Van Dijk sendiri akan menikmati masa liburan setelah musim berakhir. Apa pun hasil yang diraih Belanda di Piala Dunia, sang kapten tidak akan langsung terlibat penuh pada awal pramusim.

Masalah Liverpool tidak berhenti di sana.

Giovanni Leoni masih menjalani proses pemulihan cedera ACL yang dialaminya tahun lalu. Cedera itu terjadi setelah satu-satunya penampilannya bersama Liverpool sejauh ini.

Kondisi tersebut membuat Iraola harus mencari solusi sementara selama agenda pramusim berlangsung.

Jeremy Jacquet Punya Panggung untuk Membuktikan Diri

Nama yang paling berpotensi mendapat keuntungan dari situasi ini adalah Jeremy Jacquet.

Bek asal Prancis itu direkrut Liverpool dengan nilai transfer sekitar 60 juta poundsterling atau setara sekitar Rp1,06 triliun.

Namun usianya masih sangat muda dan baru akan menginjak 21 tahun ketika Liverpool berangkat ke Chicago pada 20 Juli mendatang.

Jacquet juga baru kembali setelah menjalani operasi bahu pada awal tahun yang memaksanya mengakhiri musim lebih cepat bersama Rennes.

Karena itu, ekspektasi bahwa dirinya langsung tampil sempurna sejak hari pertama tentu terasa berlebihan. Tidak sedikit pendukung Liverpool yang masih berharap klub mendatangkan bek tengah senior tambahan sebelum bursa transfer ditutup.

Meski begitu, kondisi skuad saat ini memberi Jacquet kesempatan yang sulit diabaikan.

Dengan Leoni masih dalam tahap pemulihan dan Van Dijk belum kembali, Jacquet berpotensi memperoleh menit bermain yang cukup banyak selama tur pramusim di Amerika Serikat.

Liverpool sendiri yakin telah mendapatkan salah satu bek muda terbaik yang dimiliki Prancis saat ini. Keyakinan itu semakin besar setelah mereka berhasil bergerak lebih cepat dibanding Chelsea dalam perburuan tanda tangan sang pemain.

Kini, giliran Jacquet yang harus menunjukkan alasan mengapa Liverpool begitu percaya kepadanya.

Pramusim sering menjadi momen yang menentukan arah karier seorang pemain muda, dan Jeremy Jacquet sedang berada di posisi tersebut.

Liverpool memang masih membutuhkan tambahan pengalaman di jantung pertahanan, tetapi situasi yang ada saat ini justru memberi Jacquet ruang ideal untuk memperlihatkan kualitasnya tanpa tekanan kompetisi resmi.

Jika mampu tampil meyakinkan selama tur Amerika Serikat, bukan tidak mungkin Iraola akan melihatnya sebagai pasangan jangka panjang Virgil van Dijk. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.

Exit mobile version