
Gilabola.com – Tottenham Hotspur mencoba bangkit setelah dua hasil mengecewakan—dibantai Arsenal dan kalah terhormat 5-3 dari Paris Saint-Germain—namun situasi di lini belakang kembali menjadi sorotan utama. Thomas Frank telah membawa kestabilan taktis sejak datang, tetapi kebobolan sembilan gol dalam sepekan menunjukkan masalah struktural yang belum terselesaikan.
Dalam kondisi kreator seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski masih absen sejak awal musim, masalah bukan hanya soal minimnya daya serang. Justru area pertahanan kini menjadi prioritas utama menghadapi bursa transfer musim dingin.
Spurs Mulai Gerak: Fokus Cari Bek Baru
Duet Micky van de Ven dan Cristian Romero memang menjadi fondasi kokoh Spurs musim lalu, namun kedalaman skuad di posisi tersebut masih jauh dari ideal. Ketika harus merotasi, nama seperti Kevin Danso atau Ben Davies belum mampu memberikan standar yang sama.
Karena itu, sejumlah laporan dari Spanyol menyebut Tottenham tengah mempersiapkan tawaran untuk menggaet bek Juventus, Gleison Bremer. Sang raksasa Italia disebut siap bernegosiasi di kisaran £35 juta atau sekitar Rp700 milliar, dengan Spurs siap menawarkan paket finansial menarik agar Juventus melepas salah satu aset terbaiknya.
Apa yang Ditawarkan Bremer untuk Tottenham?
Bremer sempat mengalami cedera meniskus dua bulan lalu, namun pekan ini ia sudah kembali berlatih penuh. CBS pernah menilai performanya sebagai “world-class”, terutama saat berduel dengan penyerang elite Eropa. Meski menit bermainnya sempat terbatas tahun lalu, awal musim ini ia kembali menunjukkan kualitas.
Dalam empat laga awal Serie A musim ini, data Sofascore mencatat Bremer:
- Memenangi 63% duel darat
- Rata-rata 5,5 sapuan per laga
- 4,5 recovery per pertandingan
- Mencetak dua assist berkat kontribusi build-up serangan dari belakang
Statistik tersebut menggambarkan profil bek yang bukan hanya tangguh secara fisik, tetapi juga mampu memulai serangan—sesuai kebutuhan Frank untuk memperbaiki pola konstruksi permainan dari lini pertama.
Jika datang, Bremer akan bersaing dengan Van de Ven. Namun data musim ini memperlihatkan perbandingan menarik: Van de Ven hanya memenangi 52% duel di Premier League dan berada di posisi bawah untuk tackle won per 90 menit (0,36).
Kecepatannya memang fenomenal—bahkan tercatat sebagai pemain tercepat Premier League dalam beberapa musim terakhir—namun ia masih kerap membuat kesalahan posisi dan telah mencatat dua error langsung berujung peluang lawan.
Bremer, sebaliknya, belum membuat kesalahan fatal tersebut musim ini.
Mengapa Frank Butuh Tipe Bek Seperti Bremer?
Dengan Romero sering keluar masuk tim akibat cedera, beban Van de Ven sangat besar. Kebutuhan akan sosok yang lebih stabil, kuat, dan matang terasa mendesak. Itulah mengapa Bremer—yang pernah disebut legenda Juventus, Sergi Brio, sebagai “bek terbaik di Serie A”—dianggap solusi tepat.
Analis Ben Mattinson juga pernah menyebut Bremer sebagai “monster”, menggambarkan fisik dan agresivitasnya dalam duel. Kehadirannya bisa memberi dimensi baru di lini pertahanan Tottenham, meningkatkan kedalaman skuad, dan membantu Frank merapikan struktur permainan yang masih naik-turun sejak awal musim.
Jika kesepakatan terwujud, Spurs tak hanya mendapatkan bek tangguh, tetapi juga pondasi yang bisa mengubah stabilitas keseluruhan sistem.
