Legenda Arsenal Pemilik 3 Trofi Liga Inggris, 4 Trofi Liga Italia Ini Dipecat Sebagai Manajer

Gilabola.com – Legenda Arsenal yang dulu mengoleksi tiga trofi Liga Inggris dan meraih empat trofi Liga Italia, meraih julukan sebagai pemain terbaik pada eranya, gagal menjadi manajer dan dipecat dari posisinya, Jumat (4/12).

Performa buruk OGC Nice selama musim 2020/2021 ini baik di kompetisi Liga Perancis maupun di Liga Europa membuat manajer Patrick Vieira harus kehilangan pekerjaannya di Allianz Riviera, menurut laporan hari Jumat.

Nice benar-benar dibuat amburadul pada penyisihan Grup C Liga Europa, kalah empat kali dan hanya menang sekali dari lima pertandingan, membuat mereka dipastikan tereliminasi dini, memenangkan hanya tiga poin, kebobolan 15 gol.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Tidak hanya di Liga Europa, Les Aiglons juga mengalami mimpi buruk di Ligue 1, terdampar pada urutan ke-11 klasemen sementara usai sudah menelan empat kekalahan dari 11 pertandingan, baru memenangkan 17 poin.

Kini usai kekalahan 2-3 melawan Bayer Levekusen, yang membuat Nice tersingkir dari Liga Europa, Patrick Vieira kehilangan pekerjaan yang sudah diemban sejak musim panas 2018, dengan kontrak tiga tahun hingga musim panas 2021.

Bahkan sebelum pertandingan di Allianz Riviera dimulai tadi malam, ultras Nice juga telah mengelilingi bus tim sebagai protes terhadap kinerja Patrick Vieira yang dianggap bersalah atas kinerja buruk klub di kompetisi domestik Liga Perancis maupun di Liga Europa.

Adalah jurnalis L’Equipe Bertrand Latour yang pertama kali mengklaim Patrick Vieira kehilangan pekerjaannya usai kekalahan dari Bayer Leverkusen itu, dengan dia menuliskan tweet, “P Vieira akan diberhentikan dari pekerjaannya.”

Perlu diketahui bahwa legenda Arsenal itu memang telah memiliki pencapaian poin per game terburuknya, hanya memenangkan 1,42 poin per game dari 89 laga bersama Nice, bandingkan dengan 2,09 poin per game dalam 22 laga bersama City dan 1,58 poin per game dalam 90 laga bersama NYFC. Sedangkan di City U-21, dia juga memenangkan 1,63 poin dari 52 laga.

Prestasinya sebagai pelatih terasa kontras dengan pencapaiannya saat merumput sebagai gelandang, memenangkan total 20 penghargaan bersama tim, termasuk tiga trofi juara Liga Inggris dan empat trofi juara Liga Italia (bermain bersama Inter Milan), dan satu trofi FA Cup saat merumput di Manchester City. Ia juga meraih trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Les Bleus.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO