LIGA INGGRIS : Lima Alasan Mengapa Manchester City Bakal Kesulitan Hadapi Chelsea

Gilabola.com – Salah satu duel paling menarik di Premier League musim ini akan tersaji pada Sabtu (25/9) malam WIB saat pemuncak klasemen Chelsea akan menjamu juara bertahan Manchester City di Stamford Bridge.

Chelsea terlihat sangat kuat musim ini dan baru kebobolan satu gol dari lima laga, itu pun gol penalti saat melawan Liverpool dengan pasukan Thomas Tuchel harus bermain dengan 10 pemain saja di Anfield. Mereka melanjutkan performa dahsyat mereka sejak taktisi Jerman masuk pada Januari 2021.

Sementara Manchester City tak diragukan lagi dominasi mereka di level domestik, memenangkan Premier League di tiga dari empat musim terakhir dan tetap merupakan salah satu favorit untuk memenangi kompetisi musim ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Jelang pertemuan keduanya di Stamford Bridge pada Sabtu (25/9) malam WIB, berikut kami ungkap lima alasan mengapa duel di London Barat tersebut akan menjadi laga yang berat bagi The Citizens untuk menghadapi tim solid The Blues.

5 – Kebugaran Chelsea lebih baik

Thomas Tuchel mengistirahatkan begitu banyak pilar dalam pertandingan di Piala Liga. Romelu Lukaku dan Mason Mount hanya masuk sebagai pemain pengganti, sementara Kai Havertz, Thiago Silva, Jorginho, Mateo Kovacic, Marcos Alonso, Antonio Rudiger dan Cesar Azpilicueta juga diistirahatkan.

Di sisi lain Pep Guardiola hanya mencadangkan para pemain bertahan seperti Ruben Dias, Kyle Walker, dan Joao Cancelo. Sementara para pemain berkarakter menyerang seperti Kevin de Bruyne, Phil Foden, Riyad Mahrez, Raheem Sterling, dan Ferran Torres turun sebagai starter. Padahal lawannya hanya tim level League One, Wycombe.

4 – Taktik satu gelandang City berisiko

Salah satu alasan utama mengapa Manchester City kesulitan saat bermain imbang 0-0 melawan Southampton adalah karena ritme mereka terganggu di lini tengah. Southampton menekan Fernandinho dengan cukup intens setiap kali dia menguasai bola dan secara agresif memotong jalur umpan yang tersedia baginya.

Dengan Rodri kemungkinan akan absen kontra Chelsea, City mungkin harus tetap menggunakan Fernandinho yang sudah berusia 36 tahun. Pilihan alternatif adalah menurunkan Ilkay Gundogan, tapi itu rencana yang tidak berhasil di final Liga Champions. Jadi ada keputusan besar yang harus dibuat Pep Guardiola di lini tengah timnya.

3 – Ketajaman Lukaku & masalah pertahanan City

Bek tengah Manchester City Aymeric Laporte dan John Stones diragukan untuk pertandingan melawan Chelsea, membuat Pep Guardiola harus mengandalkan Nathan Ake untuk menjadi tandem Ruben Dias. Bahayanya, padahal mereka kini harus berhadapan dengan Romelu Lukaku yang onfire.

Taktik pressing yang digunakan Ralph Hassenhuttl untuk mengganggu ritme permainan Manchester City akhir pekan lalu mirip dengan yang digunakan Liverpool dan Chelsea. Jika The Blues bisa merebut bola kembali di lini tengah dan segera memberikan bola kepada Romelu Lukaku, dia bisa menimbulkan banyak masalah bagi pertahanan City.

2 – City kerap kesulitan hadapi kekuatan defensif terorganisir

Chelsea telah menjelma menjadi salah satu unit pertahanan paling solid di Eropa di bawah asuhan Thomas Tuchel. Mereka baru kebobolan satu gol musim ini dan itu datang dari titik penalti setelah mereka bermain dengan 10 pemain melawan Liverpool.

Sementara itu, Manchester City kesulitan menjebol pertahanan Leicester City dua pekan lalu meski akhirnya beruntung mendapatkan tiga poin dari King Power Stadium. Tapi mereka juga dipaksa kesulitan menghadapi Southampton dan Spurs yang mengandalkan kekuatan defensif untuk mengatasi daya serang pasukan Pep Guardiola. Chelsea punya taktik defensif yang lebih baik dan ini akan lebih merepotkan bagi The Citizens.

1 – Thomas Tuchel sudah hattrick kalahkan Pep Guardiola

Sejak masuk pada Januari 2021 lalu, Thomas Tuchel sudah tiga kali beruntun membawa Chelsea mengalahkan Manchester City asuhan Pep Guardiola di semua kompetisi hanya dalam hitungan beberapa bulan.

Dimulai dari kemenangan 1-0 di semifinal Piala FA, Chelsea kemudian mempermalukan City 1-2 di Stadion Etihad di Premier League. Tapi tentu saja yang paling menyakitkan adalah saat Pep Guardiola menelan hattrick kekalahan melawan Thomas Tuchel di final Liga Champions.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO