Liverpool Andalkan Veteran Serba Bisa untuk Lanjutkan Ancaman Virgil van Dijk

Gilabola.com – Liverpool gunakan pemain serba bisa ini untuk lanjutkan ancaman yang biasanya ditebarkan Virgil van Dijk terhadap tim lawan.

Bek tengah asal Belanda itu selalu berhasil tebarkan ancaman dalam situasi bola mati. Namun tanpa kehadirannya, The Reds berhasil membuat Leicester kebobolan tiga gol sundulan pada akhir pekan lalu.

Diungkapkan LiverpoolECHO, selama bertahun-tahun sebelum Van Dijk gabung Anfield, ancaman The Reds dari situasi bola mati bisa berfluktuasi secara liar dan tak jelas dari satu musim ke musim berikutnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

The Reds bukukan 26 gol dari posisi bola mati di ajang Liga Premier musim 2013/14 – paling banyak di antara klub lain dalam 11 musim terakhir – dan hal itu secara signifikan membantu mereka menjadi tim penantang gelar di tahun itu.

Namun, Liverpool mengikutinya dengan hanya mencetak enam gol di musim berikutnya. Tim-tim telah mencetak lebih sedikit gol di kompetisi papan atas dalam beberapa tahun terakhir, tapi tidak ada yang berasal dari klub enam besar. Beberapa di antaranya adalah klub-klub seperti Watford, Norwich, Huddersfield dan Sunderland yang kini bermain di divisi lebih rendah.

The Reds pun membangun ancaman yang jauh lebih konsisten dari permainan bola mati, sejak hari-hari suram kepemimpinan Brendan Rodgers di klub Merseyside tersebut.

Mereka kemudian menorehkan rekor sebagai tim yang mencetak gol paling banyak dari posisi bola mati pada musim 2018/19, dengan 20 gol. Lalu, ini diikuti dengan koleksi terbanyak kedua dengan 17 gol, menjelang keberhasilan mereka merebut gelar juara Liga Premier musim lalu.

Walau terjadi tumpang-tindih, namun skuad Liverpool asuhan Jurgen Klopp juga menjadi tim terkuat di Liga Premier dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka total bukukan 54 gol sundulan di ajang liga sejak Agustus 2017, dan itu setidaknya 12 gol lebih banyak dibandingkan tim-tim lain. Mereka juga memegang dua musim terbaik secara individu di periode tersebut.

Pecinta sepak bola secara alamiah mengasumsikan, ancaman ini bisa berkurang dengan absennya Van Dijk, mungkin, di sepanjang musim ini. Dia pemain bertahan yang mencetak paling banyak gol di kompetisi teratas Inggris musim lalu. Lalu, kelima golnya tercipta dari sundulan kepala lewat umpan bola mati.

Faktanya,  kita harus kembali ke musim 2016/17 untuk mengetahui gol terakhir yang dibukukan Van Dijk lewat open play di ajang Liga Premier.

Tapi, kita tanyakan saja pada Leicester City, apakah Liverpool sekarang tampak lebih lemah dalam duel di udara, dan lihat apa yang mereka katakan tentang itu.

The Reds barangkali hanya memenangkan 13 dari 34 duel di udara mereka, di mana hal itu terjadi saat mereka menang 3-0 atas The Foxes pada akhir pekan lalu. Tapi, ketiga gol tersebut sama-sama berasal dari sundulan kepala, dan dua gol sundulan tersebut tercipta berkat umpan dari sepak pojok James Milner.

Seandainya Trent Alexander-Arnold tersedia pada akhir pekan lalu, mungkin dia juga tak akan melakukannya. Tapi, kualitas tembakan Milner menggambarkan, dia harus siap untuk tugas sepak pojok setiap kali dia bermain.