Site icon Gilabola.com

Liverpool Butuh Dua Winger Baru: Barcola untuk Gantikan Diaz, Neto Jadi Senjata di Kanan

Pedro Neto dan Bradley Barcola

Liverpool tidak cukup hanya mencari pengganti Luis Diaz. Jika Bradley Barcola akhirnya berhasil dibawa ke Anfield, The Reds masih punya celah besar di sisi kanan lini serang yang perlu segera ditutup.

Nama Pedro Neto pun muncul sebagai opsi menarik. Winger Chelsea itu disebut dibanderol £75 juta di tengah ketertarikan sejumlah klub Premier League, termasuk Liverpool.

Situasi ini membuat kebutuhan Liverpool di sektor sayap menjadi semakin jelas. Barcola bisa mengisi lubang yang ditinggalkan Diaz, sedangkan Neto berpotensi menjadi ancaman dari sisi kanan.

Barcola jadi prioritas pengganti Luis Diaz

Liverpool memang masih harus menyelesaikan negosiasi dengan Paris Saint-Germain untuk mendapatkan Barcola. Jika kedua pihak tidak menemukan kesepakatan, FSG harus siap meninggalkan pembicaraan tersebut.

Waktunya juga semakin sempit. Liverpool kurang dari dua pekan lagi akan memulai pertandingan Premier League melawan Newcastle United di St. James’ Park.

Kebutuhan terhadap Barcola bukan tanpa alasan. Diaz memainkan sepak bola terbaiknya bersama Liverpool di bawah Arne Slot. Performa tersebut mengantarnya meraih gelar Premier League dan menjadi pemain paling berpengaruh kedua Liverpool sepanjang musim 2025/26 setelah Mohamed Salah.

Namun, Diaz kemudian dijual ke Bayern Munich dengan nilai £65,5 juta. Keputusan itu bisa dipahami, tetapi kegagalan Liverpool mencari pengganti yang sepadan menjadi persoalan lain.

Dampaknya terasa sepanjang musim.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Barcola dinilai punya banyak karakteristik yang mirip dengan Diaz. Ia agresif, direct, dan punya ancaman besar di depan gawang. Kekurangannya ada pada penyelesaian akhir yang masih belum setajam pemain seperti Salah.

Barcola juga baru berusia 23 tahun. Artinya, masih ada ruang besar untuk berkembang.

Masalahnya, Barcola bukan pemain yang secara natural bermain sebagai winger kanan. Padahal posisi tersebut kini mulai menjadi persoalan tersendiri setelah Salah meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Trabzonspor.

Karena itu, Liverpool mungkin membutuhkan lebih dari satu solusi.

Pedro Neto bisa menjadi pelengkap Barcola

Liverpool sebelumnya juga muncul sebagai salah satu klub yang tertarik kepada Ibrahim Mbaye dari PSG. Namun, perkembangan transfer tersebut masih berjalan lambat.

Alternatif lain kemudian muncul dari Chelsea.

Menurut Simon Phillips, Chelsea terbuka untuk menjual Pedro Neto jika mendapatkan tawaran yang sesuai. Tottenham Hotspur, Liverpool, Manchester City, dan Arsenal disebut tertarik terhadap pemain asal Portugal tersebut.

Chelsea memasang harga £75 juta untuk winger berusia 26 tahun itu.

Angka tersebut cukup besar. Chelsea sendiri merekrut Neto dari Wolves dua tahun lalu dengan biaya sekitar £54 juta. Selama membela The Blues, Neto telah mencatatkan 19 gol dan 19 assist dalam 103 pertandingan.

Catatan tersebut belum cukup untuk menunjukkan bahwa Neto sudah berada di level elite.

Namun, karakter permainannya membuat dia menarik bagi Liverpool.

Neto memiliki kecepatan dan kreativitas yang bisa digunakan dari sisi kiri maupun kanan. Jika dimainkan lebih direct, ia bisa memberikan ancaman yang berbeda sekaligus membuka ruang untuk pemain lain.

Di Liverpool, peran tersebut berpotensi membuat Neto menjadi semacam “Luis Diaz dari sisi kanan”.

Barcola dapat beroperasi di sisi kiri, sementara Neto memberikan energi dan penetrasi dari kanan. Kombinasi itu juga bisa memberi ruang lebih besar bagi Florian Wirtz di tengah.

Wirtz sendiri disebut sudah membangun koneksi dengan Alexander Isak selama pramusim, sesuatu yang membuat para pendukung Liverpool antusias.

Neto masih punya ruang untuk berkembang

Statistik Neto di depan gawang memang belum terlalu meyakinkan. Musim lalu, ia hanya mencetak lima gol.

Tetapi ada satu catatan yang membuat potensinya tetap menarik. Neto menciptakan 12 peluang besar dalam 30 penampilan sebagai starter di Premier League dan hanya gagal memanfaatkan tiga peluang besar.

Artinya, masalahnya bukan semata-mata kemampuan menciptakan peluang.

Ia sudah punya kemampuan untuk masuk ke posisi berbahaya. Tantangannya adalah mengubah lebih banyak momen tersebut menjadi gol.

Itulah bagian yang bisa dikembangkan.

Sumber juga menyebut Neto punya potensi berkembang di bawah Iraola, sebagaimana sang pelatih sebelumnya membantu pemain seperti Antoine Semenyo dan, dalam tingkat tertentu, Eli Junior Kroupi.

Jose Mourinho bahkan menilai Neto sebagai salah satu winger terbaik di dunia. Statistiknya saat ini memang belum sepenuhnya mendukung penilaian setinggi itu, tetapi potensi pemain Portugal tersebut tetap sulit diabaikan.

Opini Gilabola.com

Menurut kami, Liverpool memang tidak seharusnya melihat Barcola sebagai satu-satunya solusi untuk lini serang.

Barcola sangat masuk akal sebagai pengganti Diaz. Usia, gaya bermain, kemampuan menyerang ruang, serta potensinya membuat transfer tersebut punya fondasi yang kuat. Tetapi kehilangan Salah membuat persoalannya berubah.

Liverpool tidak hanya kehilangan satu winger.

Mereka kehilangan dua pemain yang selama beberapa musim menjadi sumber ancaman utama dari sisi lapangan.

Karena itu, mendatangkan Barcola dan Neto sekaligus justru bisa menjadi langkah yang lebih logis daripada berharap satu pemain mampu menutup seluruh lubang tersebut.

Neto belum bisa disebut setara dengan Diaz dalam performa terbaiknya di Liverpool. Bahkan, masih ada tanda tanya besar mengenai konsistensi dan produktivitasnya.

Namun, £75 juta bukan sekadar harga untuk pemain yang sudah jadi. Liverpool juga akan membayar potensi.

Jika Neto bisa berkembang menjadi winger kanan yang lebih direct dan produktif, duetnya dengan Barcola bisa memberi Liverpool profil serangan yang jauh berbeda. Barcola menyerang dari kiri, Neto mengancam dari kanan, sementara Wirtz mendapatkan ruang di area tengah.

Itu bukan jaminan Liverpool akan kembali memiliki lini depan seperti era Salah dan Diaz.

Tetapi setidaknya, ada upaya serius untuk membangun ulang sayap mereka. Dan setelah kegagalan menggantikan Diaz pada musim sebelumnya, Liverpool seharusnya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Exit mobile version