Alexander-Arnold memang belum menikmati posisi yang ideal sejak awal musim baru. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menempatkannya di bangku cadangan dalam dua pertandingan pertama Los Blancos di La Liga.
Situasi itu kemudian memunculkan rumor di media sosial. Newcastle dan Liverpool disebut-sebut bisa mengajukan tawaran pada akhir bursa transfer, termasuk kemungkinan peminjaman demi memberi Alexander-Arnold kesempatan bermain lebih banyak.
Namun, TeamTalk memastikan Real Madrid tidak tertarik melepas bek kanan tersebut. Bahkan setelah musim pertamanya di Spanyol berjalan kurang sesuai harapan, klub tetap mempertahankannya.
Alexander-Arnold kini harus bersaing mendapatkan tempat utama bersama Denzel Dumfries, rekrutan Real Madrid pada musim panas 2026.
Menariknya, Mourinho justru memilih Dumfries meski sang pemain datang lebih terlambat ke Madrid. Faktor Piala Dunia disebut menjadi alasan yang membuat pemain Belanda itu lebih diutamakan.
Alexander-Arnold kemudian masuk menggantikan Dumfries dalam kemenangan 2-1 Real Madrid atas Espanyol. Saat itu, pertandingan masih imbang 1-1.
Tetapi, penampilannya tidak berjalan mulus. Salah satu operannya yang dimaksudkan untuk mengubah arah permainan justru melambung ke tribun Santiago Bernabéu. Mourinho yang berada di bangku cadangan sampai mengangkat kedua tangannya karena kecewa.
Liverpool Tetap Bisa Jadi Opsi, Tapi Bukan Sekarang
Secara kualitas, Alexander-Arnold sebenarnya masih memiliki alasan kuat untuk masuk ke tim utama Liverpool. Jeremie Frimpong justru menjalani debut Premier League 2026/27 yang kurang meyakinkan.
Namun, persoalannya bukan cuma soal kemampuan di lapangan.
Hubungan Alexander-Arnold dengan sebagian pendukung Liverpool masih membutuhkan perbaikan setelah keputusannya meninggalkan klub masa kecilnya untuk bergabung dengan Real Madrid.
Dalam wawancara dengan Mirror, Alexander-Arnold mengakui bahwa dirinya memahami kekecewaan para suporter Liverpool.
“Cemoohan dan kekecewaan dari pendukung Liverpool adalah sesuatu yang sepenuhnya bisa saya tanggung. Saya bisa memahaminya, dengan cara saya sendiri.”
Ia juga berbicara mengenai serangan yang diterimanya secara daring, termasuk ancaman melalui pesan pribadi di media sosial.
Menurut Alexander-Arnold, perlakuan tersebut menjadi bagian menyedihkan dari kehidupan seorang figur publik pada 2026 ketika keputusan yang dibuatnya menarik perhatian besar.
Meski begitu, ia membedakan antara serangan pribadi dengan sikap klub dan kota yang selama ini dicintainya.
“Saya bisa menerima itu, karena tahu bahwa hal tersebut tidak mewakili klub sepak bola yang saya cintai, Liverpool, dan tidak mewakili kota saya.”
Ia menegaskan bahwa cemoohan serta kekecewaan dari suporter Liverpool masih bisa ia hadapi.
Opini
Alexander-Arnold kembali ke Liverpool memang terdengar menarik, tetapi Real Madrid masih jelas membutuhkan persaingan di posisi bek kanan. Kehadiran Dumfries membuat Alexander-Arnold harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan tempat, tetapi itu bukan berarti Madrid siap membuang pemain yang baru bergabung setelah meninggalkan Liverpool.
Awal musim yang buruk juga belum cukup untuk menghapus kualitas Alexander-Arnold. Kesalahan operan melawan Espanyol memang menjadi momen yang tidak mengenakkan, apalagi sampai membuat Mourinho menunjukkan kekecewaannya.
Untuk saat ini, yang paling masuk akal adalah Alexander-Arnold memperjuangkan tempatnya di Madrid. Kepulangan ke Liverpool masih sebatas rumor, bukan sesuatu yang sedang disiapkan Real Madrid.

