Site icon Gilabola.com

Liverpool Diserang Media Usai Pecat Slot, Tiga Pemain Ikut Terseret!

Arne Slot

Keputusan Liverpool berpisah dengan Arne Slot langsung memantik reaksi keras dari Belanda. Bukan sekadar soal pemecatan, tapi cara The Reds dinilai sudah keluar dari identitas yang selama ini mereka bangun.

Slot sebenarnya baru 12 bulan mengangkat trofi Premier League bersama Liverpool. Namun musim berikutnya berjalan jauh dari harapan. The Reds hanya finis di peringkat lima dan harus berjuang hingga laga terakhir untuk mengamankan tiket Liga Champions.

Media-media Belanda pun bergerak cepat mengomentari situasi ini.

Kritik keras dari media Belanda

De Telegraaf menjadi salah satu yang paling vokal. Mereka menilai Liverpool seperti “membuang budaya mereka sendiri” dan berubah menjadi klub yang terlalu mudah mengambil keputusan “hire and fire”.

Sementara itu, Voetbal International menyebut akhir era Slot di Anfield sebagai sesuatu yang “terlalu cepat berakhir”, meski mengakui musim kedua sang pelatih memang penuh inkonsistensi setelah debut yang sangat menjanjikan.

AD menyoroti aspek berbeda. Mereka mengaitkan penurunan performa Liverpool dengan belanja besar di bursa transfer musim panas yang mencapai sekitar £450 juta (sekitar Rp9 triliun). Dua nama yang ikut disorot adalah Alexander Isak dan Florian Wirtz yang dinilai belum memberikan dampak sesuai ekspektasi.

Mohamed Salah ikut disorot

Sorotan paling tajam datang dari De Volkskrant. Mereka menyebut Mohamed Salah sebagai “masalah terbesar” Slot di musim terakhirnya. Salah disebut beberapa kali melontarkan kritik terbuka kepada pelatih, termasuk setelah hasil imbang di markas Leeds yang disebut sebagai “serangan frontal” terhadap otoritas Slot.

Situasi ini dinilai ikut menggerus wibawa sang pelatih di ruang ganti.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Di sisi lain, beberapa media Belanda tetap memberi catatan empati terhadap Slot, terutama terkait kondisi sulit yang ia hadapi setelah meninggalnya Diogo Jota. Sikapnya dinilai tetap menunjukkan sisi manusiawi di tengah tekanan besar.

Liverpool sendiri disebut ingin kembali ke gaya bermain agresif, intens, dan lebih “front-foot” seperti era Jurgen Klopp. Bahkan Mohamed Salah sempat menyinggung keinginan untuk kembali ke filosofi “heavy metal football” melalui unggahan media sosialnya.

Nama Andoni Iraola kini menjadi kandidat terkuat pengganti Slot. Selain dia, Julian Nagelsmann dan Luis Enrique juga masuk radar, meski belum ada keputusan final dari pihak klub.

Dari internal Liverpool, Fenway Sports Group (FSG) menegaskan keputusan ini tidak diambil dengan mudah. Mereka tetap memberi apresiasi atas kontribusi Slot, terutama saat membawa Liverpool meraih gelar liga ke-20 mereka, sesuatu yang disebut sebagai pencapaian besar di musim debutnya.

Opini Gilabola.com

Keputusan ini menunjukkan Liverpool sedang berada di fase transisi yang cukup keras. Ketika ekspektasi langsung tinggi setelah gelar liga, ruang untuk kesalahan jadi sangat kecil.

Menariknya, narasi soal “budaya klub” kembali mencuat, sesuatu yang biasanya jadi indikator paling sensitif di Anfield.

Exit mobile version