Liverpool Ditertawakan 2 Tahun Lalu Pekerjakan Spesialis Ini, Siapa Dia?

Liverpool Ditertawakan 2 Tahun Lalu Pekerjakan Spesialis Ini, Siapa Dia?

Liverpool ditertawakan pendukung tim Liga Inggris lainnya dua tahun lalu saat mempekerjakan spesialis ini. Siapa dia? Buang-buang duit saja. Tapi kini setelah The Reds unggul 16 poin dengan satu laga di tangan, semua menyesal tak melakukan hal yang sama.

Dua tahun lalu, pada musim 2018, Liverpool memutuskan untuk mempekerjakan seorang spesialis lemparan ke dalam, Thomas Grønnemark, seorang mantan atlet Denmark yang dikenal dengan lemparannya yang sangat jauh, mencapai 51 meter lebih.

Waktu hal ini diumumkan ke publik, suporter dari tim Liga Inggris lain meledek Liverpool. Tak kurang dari satu komentator Andy Gray juga tertawa mengejek hal ini. Tapi kini terbukti perbaikan lemparan ke dalam dari para pemain The Reds memainkan peranan besar dalam usaha mereka menguasai puncak klasemen Liga Inggris.

Juergen Klopp adalah figur utama di balik keputusan mendatangkan seorang pelatih lemparan ke dalam di Anfield. Ia juga mendatangkan dua orang dari Bayern Munchen, seorang ahli nutrisi dan yang lain ahli kebugaran.

Pemain Bola Jelek Banget Soal Lemparan ke Dalam

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Seperti yang dijelaskan Grønnemark kepada BBC Sport pada saat kedatangannya: “Jika Anda mengharapkan seorang pemain sepakbola profesional untuk menjadi pelempar kelas dunia tanpa pelatihan maka Anda cukup optimis. Umumnya standarnya (pemain bola) sangat buruk. Tidak peduli apa pun posisi di liga, lemparan masuk adalah sebuah keuntungan.”

Dan dia benar sekali. Pada bulan September 2019, sebuah mini-dokumenter luar biasa yang diproduksi oleh Tifo Football menyebutkan bahwa Liga Inggris adalah liga terburuk dari semua liga elit di Eropa untuk soal dominasi bola usai lemparan ke dalam (hanya 48,6 persen).

Sementara pada musim 2017/18 – sebelum penunjukan Grønnemark – Liverpool mencatatkan hanya 45,5 persen dominasi bola usai lemparan ke dalam (tim terburuk ketiga di Liga Inggris dalam hal itu), mereka berhasil memperbaikinya usai kedatangan Grønnemark menjadi 68,4 persen usai lemparan ke dalam. Catatan itu menjadikan mereka sebagai tim terbaik kedua di Eropa untuk throw-in setelah klub Superliga Denmark FC Midtjylland yang juga dilatih oleh Grønnemark. Liverpool tak lagi ditertawakan.

Dua Rahasia Lemparan ke Dalam

Bagaimana bola dilempar serta sudutnya adalah dua rahasia mendapatkan lempara ke dalam yang jauh dan akurat, seperti yang dijelaskan oleh Tifo, mengakibatkan Andy Robertson meningkatkan jarak lemparannya dari 19 meter menjadi 30 meter. Sementara itu Joe Gomez berhasil mencatatkan assist yang berujung gol melalui lemparan ke dalam pada laga Inggris vs Kroasia pada November 2018.

Seperti Anda lihat dari foto di atas, lemparan ke dalam menjadi kunci gol kedua Liverpool ke gawang Wolves kemarin. Dari throw in inilah bola sampai ke Mo Salah, Fabinho dan kemudian Firmino yang menjadi gol pada menit-menit terakhir pertandingan di Molineux Stadium.

Demikian juga gol Firmino ke gawang Tottenham diawali dengan sebuah lemparan ke dalam yang cerdik, memanfaatkan ruang kosong dan berlari ke arah yang tepat sebelum berakhir dengan gol.