
Liverpool memasuki bursa transfer Januari dengan satu keputusan awal yang cukup krusial terkait masa depan Harvey Elliott, yang kesulitan mendapatkan menit bermain di Aston Villa, sementara opsi pemanggilan kembali ke Anfield disebut tidak sederhana karena berpotensi memunculkan penalti finansial bagi klub peminjam.
Elliott merupakan salah satu pemain yang telah lama menjadi bagian proyek jangka panjang Liverpool sejak direkrut dari Fulham saat masih remaja. Di tim utama, dia sudah mencatat hampir 150 penampilan senior di semua ajang dengan torehan 15 gol.
Salah satu gol penting Elliott tercipta di Liga Champions musim lalu ketika Liverpool menghadapi Paris Saint-Germain pada babak 16 besar. Gol tersebut memberi keunggulan krusial menjelang leg kedua di Anfield dan sempat mengangkat perannya dalam skuad.
Namun, secara keseluruhan, musim lalu tetap berjalan berat bagi Elliott. Dia hanya mencetak lima gol sepanjang kompetisi dan kesulitan memperoleh waktu bermain reguler di bawah arahan pelatih baru, Arne Slot.
Situasi tersebut membuat isu kepindahan Elliott menguat pada bursa transfer musim panas. Ketertarikan klub lain akhirnya berujung pada kepindahan ke Aston Villa pada hari terakhir jendela transfer dalam bentuk peminjaman satu musim.
Detail Kesepakatan dan Kendala Regulasi
Kesepakatan peminjaman itu disertai klausul pembelian permanen senilai sekitar Rp 675 Miliar. Namun, klausul tersebut hanya bisa aktif apabila Elliott mencapai jumlah penampilan tertentu bersama Aston Villa sepanjang musim.
Alih-alih menjadi panggung kebangkitan, musim ini justru kembali berjalan sulit bagi Elliott. Peluangnya untuk masuk rencana tim nasional Inggris menuju Piala Dunia disebut semakin menipis karena minimnya kontribusi di level klub.
Faktor persaingan ketat di posisinya memang menjadi tantangan, tetapi persoalan utama datang dari hampir tidak adanya menit bermain di Villa Park. Elliott bahkan sudah tidak masuk daftar skuad pertandingan sejak Oktober.
Meski jendela transfer Januari telah dibuka, kemungkinan Elliott kembali ke Liverpool masih penuh hambatan. Informasi yang berkembang menyebut opsi tersebut memang ada, tetapi dapat memicu penalti finansial bagi Aston Villa yang enggan mereka tanggung.
Situasi ini semakin rumit karena aturan FIFA melarang pemain membela lebih dari dua klub dalam satu musim. Elliott sempat tampil singkat bersama Liverpool pada awal musim, sehingga kepindahan lain dengan status pinjaman juga tidak memungkinkan.
Peran Unai Emery dan Arah Kebijakan Villa
Sejauh ini, Elliott baru tampil tujuh kali di semua kompetisi bersama Aston Villa. Minimnya kesempatan itu terjadi meskipun laporan internal menyebut staf pelatih cukup menghargai etos kerja dan sikap profesionalnya saat latihan.
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa klubnya tidak berada pada jalur untuk mempermanenkan Elliott. Hal itu memperbesar tanda tanya mengenai kelanjutan karier sang pemain dalam waktu dekat.
Emery menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan gabungan antara pertimbangan teknis dan situasi kontrak. Dia menilai Elliott berlatih dengan baik dan layak dihormati sebagai pemain maupun pribadi.
Namun, Emery juga menegaskan bahwa ada kondisi tertentu yang membatasi peran Elliott di timnya. Salah satunya adalah keengganan klub memicu klausul pembelian yang nilainya cukup besar.
Villa disebut lebih memilih menahan penggunaan Elliott agar tidak mencapai ambang batas penampilan. Kebijakan itu membuat Elliott berada dalam posisi sulit karena kehilangan kontinuitas bermain di usia yang masih krusial bagi perkembangannya.
Bagi Liverpool, kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra. Klub harus menimbang manfaat memulangkan Elliott lebih awal dengan risiko finansial tertentu, atau membiarkannya bertahan di Villa hingga akhir musim dengan situasi yang belum tentu berubah.
