Liverpool Mungkin Berikan Kontrak per Pekan pada Adam Lallana

Gilabola.com – Liverpool hadapi situasi yang tak bisa diprediksi setelah wabah coronavirus hentikan Liga Premier, dan bisa pengaruhi pula hubungan mereka dengan Adam Lallana.

Lallana dimungkinkan untuk tinggalkan the Reds pada akhir masa kontraknya 30 Juni mendatang. Namun, prospek yang terjadi musim ini bisa mengubah rencananya dan juga klub.

Gelandang tersebut, bersama-sama Andy Lonergan dan Nathaniel Clyne, telah memasuki bulan-bulan terakhir dari konttaknya. Mereka juga bebas berbicara dengan klub-klub lain di luar Inggris, yang berpeluang mereka ketiganya di musim panas mendatang.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Biasanya, mereka bisa menandatangani kontrak dengan klub Inggris pada 1 Juli mendatang – saat pramusim – tapi kemungkinan perpanjangan kompetisi di musim ini bisa munculkan skenario berbeda.

Menurut The Athletic yang dilansir thisisAnfield.com, FA dan Fifa diyakini akan berikan dispensasi khusus untuk kontrak bergulir jangka pendek’, yang bisa membuat the Reds tawarkan Lallana ‘kesepakatan pekan demi pekan’.

Hal itu dinilai masuk akal, mengingat Lallana menjadi salah satu pemain reguler di bawah asuhan Jurgen Klopp. Selain itu ada pula kemungkinan, akan ada musim yang sama di luar musim ini, terlepas dari kapan musim saat ini akan berakhir.

Tapi, situasi tentunya tak akan mudah bagi klub-klub untuk menegosiasikan kesepakatan ini, dengan perkiraan bahwa para agen akan menuntut bayaran dan bonus yang besar saat mereka mendapat permintaan.

Ini tak mungkin menjadi masalah bagi Lallana, yang telah berada di klub itu sejak 2014, tapi tentu bisa menimbulkan masalah bagi pihak lain, khususnya tim-tim yang tengah berjuang lepas dari degradasi.

Kepedulian terhadap pemain yang mendaftar untuk klub lain secara efektif pada pertengahan musim juga harus dihilangkan FIFA, karena jendela transfer diperkirakan akan berubah sesuai di akhir musim.

Mungkin masalah yang lebih besar untuk Liverpool adalah, apakah mereka akan terus memakai kit New Balance setelah akhir Juni, karena kesepakatan baru mereka dengan Nike akan dimulai pada 1 Juli mendatang.

The Reds harus memperlihatkan jersey baru mereka di sekitar periode itu. Tapi, jika mereka masih bermain, itu bisa membuat mereka mengganti jersey dan pemasoknya di pertengahan musim.

Apakah ini akan terbukti sulit untuk dinegosiasikan selama periode yang bergejolak seperti sekarang ini, hal itu tidak jelas. Tapi, hampir pasti akan berdampak pada kemampuan suporter untuk membeli kit Nike di sekitar waktu rilis mereka.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO