
Minat klub Arab Saudi terhadap Mohamed Salah kembali menguat pada bursa transfer musim panas ini. Berita terbaru menyebutkan sejumlah klub Saudi Pro League bersiap bergerak lebih awal untuk memburu penyerang Liverpool tersebut, dengan Al Ittihad dan Al Nassr memantau situasinya secara serius.
Salah sebenarnya baru menandatangani perpanjangan kontrak pada April 2025 yang mengikatnya hingga 2027. Namun, kekuatan finansial liga Arab Saudi terus memberi tekanan baru pada pasar transfer global. Sejumlah nama besar Eropa sudah lebih dulu hijrah ke sana, dan para petinggi kompetisi tersebut disebut ingin menghadirkan satu lagi pemain kelas dunia guna meningkatkan daya tarik komersial dan nilai siaran.
Liverpool secara terbuka menyatakan Salah tidak dijual. Meski demikian, klub-klub Premier League disebut ikut mencermati perkembangan situasi ini. Ketersediaan pemain sekelas Salah, bahkan jika masih sebatas kemungkinan, dapat memengaruhi perencanaan banyak tim di papan atas.
Rencana Liverpool dan Efek ke Premier League
Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool sudah menyusun sejumlah skenario internal sebagai bentuk antisipasi dinamika pasar modern. Mereka memantau bek Lloyd Kelly yang kini bersama Juventus dan sebelumnya memperkuat Newcastle United, serta winger RB Leipzig Yan Diomande.

Langkah tersebut memang tidak secara langsung berkaitan dengan masa depan Salah. Namun, perencanaan skuad jarang berdiri sendiri. Sejak ditangani Arne Slot pada Juni 2024, Liverpool menekankan fleksibilitas taktik dan kedalaman tim. Jika Salah benar-benar hengkang, adaptasi tambahan hampir pasti diperlukan.
Kepergian Salah juga akan berdampak pada persaingan gelar. Arsenal bersama Mikel Arteta dan Manchester City di bawah Pep Guardiola berpotensi menghadapi tekanan gol yang lebih ringan. Chelsea, Manchester United, serta Tottenham yang kini dilatih Thomas Frank pun harus meninjau ulang strategi transfer mereka. Kehadiran Salah selama ini menjadi faktor penting dalam setiap perburuan gelar.
Kontrak Kuat, Godaan Finansial Lebih Besar
Kontrak hingga 2027 memberi posisi tawar kuat bagi Liverpool. Namun dalam praktiknya, dinamika ekonomi sepak bola kerap membuka ruang kompromi. Klub-klub Arab Saudi mampu menawarkan paket gaji yang melampaui struktur Premier League, dan pemain yang memasuki usia 30-an sering dihadapkan pada pertimbangan antara warisan karier dan peluang finansial.
Sumber yang dikutip TEAMtalk menyebut Liverpool telah menyiapkan rencana cadangan apabila Salah pergi. Hal itu bukan berarti transfer sudah dekat, melainkan bagian dari model rekrutmen modern yang berbasis skenario.
Pengaruh Salah di Anfield selama ini sangat terukur. Ia termasuk penyerang paling produktif di Eropa dalam hal kombinasi gol, assist, dan kontribusi pressing. Konsistensinya berperan dalam persaingan tiket Liga Champions serta perebutan gelar liga.
Dampak Lebih Luas di Pasar Transfer
Potensi transfer Salah bukan sekadar isu internal Liverpool. Jika ia benar-benar pindah ke Saudi Pro League, Liga Inggris akan kehilangan salah satu figur paling berpengaruh di era modern. Performanya dalam laga-laga besar, termasuk menghadapi Manchester City dan malam-malam penting di Liga Champions, kerap menentukan arah musim.
Liverpool kemungkinan membutuhkan perubahan struktur, bukan sekadar pengganti satu posisi. Ketertarikan pada Diomande menjadi gambaran bahwa investasi signifikan dibutuhkan untuk menutup kontribusi ofensif Salah.
Efek berantai juga bisa terasa di pasar Eropa. Harga winger elite berpotensi naik jika Liverpool aktif berbelanja. Agen pemain akan menjadikan standar gaji Arab Saudi sebagai referensi baru dalam negosiasi. Klub di luar Inggris pun harus bersiap menghadapi persaingan yang lebih agresif.
Masa depan Salah, dengan demikian, melampaui satu klub. Ini menyentuh peta persaingan Premier League sekaligus menunjukkan bagaimana kekuatan ekonomi global terus membentuk arah sepak bola modern.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!