Liverpool Perlu Atasi Hambatan Mental Sebelum ke Old Trafford

Liverpool Perlu Atasi Hambatan Mental Sebelum ke Old Trafford

Gilabola.com – Liverpool terakhir kali menang di Old Trafford pada 2014, saat Luis Suarez dan Steven Gerrard mencetak gol untuk the Reds. Ini jadi catatan yang harus diubah pada Minggu (20/10).

Adalah mantan pemain the Reds di era 1998 – 2004, Gerard Houllier, yang mendeklarasikan pernyataan terkenal bahwa skuad Anfield asuhannya telah lakoni ’10 pertandingan terhebat’ di musim 2001/02 yang luar biasa hingga alami klimaks mendebarkan, walau berakhir memilukan.

Terlahir dari kepercayaan yang tak tergoyahkan dan keyakinan terhadap para pemainnya, kutipan itu kemudian digunakan sebagai tongkat untuk mengalahkan pelatih asal Prancis tersebut sejak saat itu. Faktanya, pernyataan ini pula yang mengawali dirintisnya kepelatihan yang menjanjikan dan membantu bagi the Reds untuk raih banyak prestasi.

Sejak itu, manajer the Reds telah membuat titik fokus hanya pada pertandingan berikutnya, setidaknya secara publik. Memang, respons ini didaur ulang di hampir semua konferensi pers yang digelar Jurgen Klopp – yang dimaksudkan untuk mengusir berita utama, tapi tentu saja untuk memusatkan perhatian, baik para pemainnya bahkan kemungkinan dirinya sendiri.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Memimpin delapan poin atau tidak, Liverpool akan lebih bijaksana untuk tidak melihat lebih jauh dari akhir pekan depan, dan perjalanan mereka ke markas Manchester United di Old Trafford — pertandingan yang cukup bersejarah.

Satu hal yang tak diragukan saat ini, kondisi United yang tengah berantakan. Jika skuad Jurgen Klopp tergelincir dari posisi mereka di akhir 80-an, yakni sebagai ‘klub terbesar di dunia’, yang mereka proklamirkan sendiri, maka the Reds bisa terjungkir pekan ini.

Pada diri Ole Gunnar Solskjaer, mereka telah menunjuk seorang pelatih yang tak lebih hanya mengisi kursi panas United. Sejak mengambil alih kendali pelatih MU secara permanen pada akhir Maret lalu, Solskjaer yang dijuluki pembunuh berwajah bayi’ itu telah lakoni karir yang tak sesuai harapan dan membawa Setan Merah melorot hingga ke peringkat 12 papan klasemen musim ini.

Bahkan hanya seidkit yang percaya, MU bisa pulih di tangan pelatih berusia 46 tahun itu. Tak ada yang menggembirakan dari satu pertandingan ke pertandingan lain, meskipun mereka berhasil menciptakan beberapa peluang tapi hanya sedikit kantongi poin.

Namun, catatan Liverpool di kandang Setan Merah perlu diwaspadai. Di era Liga Premier, The Reds hanya memenangi lima kali dalam 27 pertemuan kedua tim di Old Trafford — agak jauh dari catatan menggembirakan untuk tim papan atas manapun.

Yang menyedihkan lagi, terhitung sejak sebelum era Liga Premier, the Reds sudah berlaga dalam 95 pertandingan kompetitif di Old Trafford dan hanya berhasil menang dalam 17 kesempatan. Demikian diungkapkan thisisAnfield.com.

Rasio kemenangan the Reds di United juga hanya 17,9 persen. Bila dibandingkan dengan pertandingan balas dendam yang memiliki kedisiplinan dan kedudukan yang serupa, statistik yang menyedihkan ini berfungsi untuk menggarisbawahi kinerja yang rendah.

Barcelona, ​​misalnya, memiliki tingkat keberhasilan 25,2 persen saat bertanding di Bernabeau, dan Celtic setara dengan 27 persen di Ibrox. Di tempat lain, Boca Juniors entah bagaimana lolos dari River Plate dengan kemenangan (dan tidak terluka) dalam 11 pertandingan, serta berhasil mengumpulkan rasio kemenangan hingga 30,5 persen dalam proses tersebut.

Meski demikian, Liverpool memiliki kualitas untuk meredam kegelisahan nasib sial ini akan terulang kembali. Apalagi, kini mereka sudah bukukan 17 kemenangan dalam 17 pertandingan Liga Premier sejauh musim ini, dan itu membuktikan the Reds punya kemampuan untuk menang dan dominasi jalannya laga.