
Gilabola.com – Liverpool dikabarkan sangat dekat merekrut Adam Wharton. Apa yang membuat Arne Slot begitu yakin bahwa transfer ini bisa mengubah arah musim mereka?
Sebuah langkah berani. Sebuah sinyal kebangkitan. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?
Performa Liverpool Sedang Goyah, Alarm Sudah Berbunyi
The Reds akan kembali beraksi pada Rabu malam WIB saat menjamu Qarabag di Liga Champions.
Laga ini datang di saat yang tidak ideal. Pasalnya, pasukan Arne Slot baru saja tumbang 3-2 dari AFC Bournemouth di Premier League.
Kekalahan itu terasa menyakitkan. Lebih menyakitkan lagi, Liverpool kini terdampar di posisi keenam klasemen.
Padahal, musim lalu, mereka adalah sang juara. Kini, aura dominasi itu mulai memudar.
Apakah ini hanya fase? Atau tanda masalah yang lebih besar?
Deadline Transfer Makin Dekat, Liverpool Tak Mau Kehabisan Waktu
Bursa transfer Januari tinggal menghitung hari. Deadline jatuh pada Senin, 2 Februari WIB. Artinya, waktu Liverpool semakin sempit.
Manajemen di Merseyside sadar betul: skuad ini butuh suntikan energi baru. Bukan sekadar pelapis. Tapi pemain yang bisa langsung memberi dampak.
Dan nama Adam Wharton kini masuk radar utama.
Adam Wharton, Permata Crystal Palace yang Menggoda Anfield
Menurut laporan Fichajes, Liverpool disebut sangat dekat mengamankan gelandang Crystal Palace, Adam Wharton.
Sebuah klaim yang langsung memancing perhatian. Wharton bukan pemain sembarangan.
Di usia 21 tahun, ia sudah mengoleksi tiga caps bersama Timnas Inggris. Ia juga menjadi tulang punggung The Eagles dalam beberapa musim terakhir.
Kontraknya di Selhurst Park masih berlaku hingga musim panas 2029. Artinya, Palace tidak dalam posisi terdesak untuk menjual.
Lalu, mengapa Liverpool begitu percaya diri?
Dari Blackburn ke Wembley, Perjalanan Panjang Seorang Pejuang
Adam Wharton bukan produk instan. Ia lahir dan besar di Blackburn. Akademi Rovers menjadi tempat ia ditempa sejak kecil.
Perlahan, ia menembus tim utama. Total, ia mencatatkan 51 penampilan dan mencetak empat gol bersama Blackburn Rovers.
Pada 2024, Crystal Palace datang membawa mimpi baru. Wharton menerima tantangan itu. Dan ia menjawabnya dengan performa konsisten.
Sejauh ini, ia sudah tampil 74 kali di semua kompetisi. Musim ini saja, 31 laga sudah ia jalani.
Angka yang berbicara banyak soal kepercayaan pelatih.
Momen Emas di Wembley, Bukti Mental Juara
Salah satu titik balik karier Wharton terjadi musim lalu.
Bersama Oliver Glasner, Crystal Palace membuat kejutan besar. Mereka menjuarai Piala FA.
Di final Wembley, Manchester City ditaklukkan. Sebuah cerita tim underdog yang legendaris.
Dan Adam Wharton berada di jantung permainan saat itu. Tenang. Disiplin. Tidak kena mental. Karakter seperti inilah yang dicari klub sebesar Liverpool.
Opini Gilabola: Adam Wharton Bukan Transfer Biasa
Kami melihat, ketertarikan Liverpool pada Adam Wharton bukan sekadar respons panik.
Ini adalah langkah strategis. Arne Slot membutuhkan gelandang yang bisa menjaga tempo, membaca ruang, dan tahan tekanan tinggi.
Wharton memenuhi semua kriteria itu. Ia bukan tipe flamboyan. Namun justru di situlah kekuatannya.
Kami juga menilai, kehadiran Wharton bisa membuka opsi taktik baru.
Liverpool bisa bermain lebih fleksibel. Lebih seimbang. Lebih stabil di tengah lapangan.
Pertanyaannya sekarang, apakah ia siap dengan tekanan Anfield?
Jika iya, The Reds bisa menemukan jantung baru permainan mereka.
Apa Dampaknya untuk Liverpool dan Palace?
Jika transfer ini benar-benar terwujud, dampaknya akan besar.
Bagi Liverpool, ini adalah sinyal bahwa mereka belum menyerah pada musim ini.
Bagi Crystal Palace, kehilangan Wharton berarti harus membangun ulang lini tengah.
Fans pun bertanya-tanya. Apakah ini awal dari revolusi Slot di Anfield? Atau justru perjudian berisiko tinggi?
Jawabannya akan segera terungkap.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!