Liverpool dikabarkan siap untuk menggelontorkan dana sekitar Rp2,8 triliun untuk memboyong winger Bournemouth, Rayan, pada Januari 2027.
The New York Times lebih dulu melaporkan ketertarikan klub-klub besar Eropa terhadap Rayan. ESPN kemudian mengonfirmasi bahwa Liverpool termasuk tim yang memantau winger Bournemouth yang bernama lengkap Rayan Vitor Simplício Rocha tersebut.
Belum ada tawaran resmi yang masuk ke Bournemouth. ESPN menyebut sejumlah klub Inggris lain dan tim dari luar Premier League juga menunjukkan ketertarikan.
Bournemouth hanya bersedia melepas Rayan dengan nilai yang dilaporkan jika klausul pelepasannya sebesar £130 juta atau sekitar Rp2,8 triliun dibayar penuh.
Klausul tersebut disebut mulai aktif pada Januari 2027. Artinya, klub peminat harus membayar penuh tanpa mengandalkan negosiasi untuk mendapatkan potongan harga.
Laporan dari Brasil menyebut Vasco mau menerima tawaran sekitar 36 juta real Brasil melalui mekanisme solidaritas FIFA jika transfer tersebut terealisasi dengan nilai itu.
Rayan yang kini berusia 20 tahun telah menjadi starter dalam empat penampilan Liga Inggris musim ini. Dia mengoleksi 350 menit bermain tanpa gol maupun asis di liga.
Winger asal Brasil itu baru mencetak gol ketika Bournemouth menghadapi Lincoln City di EFL Cup.
Liverpool memang memiliki alasan untuk mempelajari profil Rayan. Dia merupakan penyerang berkaki kiri yang lebih nyaman beroperasi di sisi kanan.
Selain itu, Andoni Iraola mengenalnya dengan baik setelah bekerja bersama di Bournemouth. Iraola juga sudah melihat langsung kemampuan Rayan di sepak bola Inggris.
Dengan tinggi 1,87 meter, Rayan menawarkan postur yang cukup ideal. Dia juga memiliki kemampuan membawa bola, bermain langsung, serta melakukan penetrasi ke dalam dari sisi kanan.
Karakter tersebut membuat Rayan berpotensi menjadi opsi setelah era Mohamed Salah.
Meski begitu, statistik Rayan saat ini belum mendukung banderol £130 juta atau sekitar Rp2,8 triliun.
Dia masih nol gol dan nol asist musim ini. Akurasi umpannya juga berada di kisaran 60 persen, meski empat pertandingan tersebut masih menjadi sampel yang kecil.
Liverpool perlu membedakan antara menemukan winger dengan potensi besar dan membayar harga layaknya superstar.
The Reds memang pernah mengeluarkan dana besar untuk pemain elite yang sudah terbukti, termasuk Alexander Isak dan Florian Wirtz.
Situasi tersebut membuat valuasi Rayan terlihat semakin tinggi. Musim lalu, dia mencetak lima gol dan dua asist dalam 15 penampilan Premier League setelah bergabung dengan Bournemouth.
Performa tersebut menunjukkan perkembangan, tetapi Rayan masih membutuhkan pembuktian dalam periode yang lebih panjang.
Membayar Rp2,8 triliun akan membuat Liverpool membayar perkembangan yang bahkan belum sepenuhnya terjadi.
Pendekatan yang lebih masuk akal adalah tetap membuka pembicaraan sebelum bursa transfer kembali dibuka, memanfaatkan pengetahuan Iraola mengenai sang pemain, dan tidak menyamakan potensi dengan kontribusi yang sudah terbukti.
Liverpool tetap bisa mengagumi profil Rayan tanpa harus mengorbankan disiplin finansial. Terlebih lagi, Bournemouth memiliki posisi kontraktual yang sangat kuat melalui klausul pelepasan tersebut.

