Liverpool Sudah Menunggu, Chelsea Menyesal Mainkan Eden Hazard

Liverpool Sudah Menunggu, Chelsea Menyesal Mainkan Eden Hazard

Chelsea mungkin menyesal memainkan Eden Hazard pada laga tengah pekan melawan Slavia Prague setelah menyadari ada laga sulit Liga Inggris di Liverpool, akhir pekan ini.

Manajer Chelsea Maurizio Sarri mengatakan dirinya sebenarnya tidak berencana untuk menurunkan Hazard pada laga leg pertama perempat final Liga Europa, Jumat dinihari melawan Slavia Prague.

Pemain sayap asal Belgia Eden Hazard dimasukkan ke lapangan untuk menggantikan Pedro setelah selama satu jam pertandingan terkunci pada skor 0-0. Chelsea baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-86, ketika sundulan Marcos Alonso hasil assist melambung Willian masuk merobek gawang tuan rumah.

Hazard tampil luar biasa pada laga tersebut. Dan berbicara setelah pertandingan, Sarri mengakui bahwa dia tidak berencana untuk memainkan Hazard pad pertandingan tersebut.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

“Tidak, di awal pertandingan saya hanya ingin dia [Hazard] di bangku cadangan karena saya berpikir, mungkin pertandingan itu sangat sulit. [Jika beneran sulit] Mungkin saya harus memainkannya. Tentu saja, jika pada akhir babak pertama kami [menang] 1-0, saya tidak akan menurunkannya ke lapangan.”

Meskipun Chelsea baru bisa mencetak gol di menit akhir pertandingan, Sarri menegaskan dia senang dengan penampilan timnya. Dan kini Maurizio Sarri harus berpikir keras soal tandang ke Anfield pada hari Minggu (14/3) malam. Tiga laga terkini Liverpool vs Chelsea di Anfield selalu usai dengan skor imbang 1-1. Namun dalam empat perjumpaan teranyarnya di semua kompetisi dan tempat, Chelsea menang satu kali.

Selain tandang ke Anfield, The Blues akan menjamu Slavia di Stamford Bridge pada Jumat depan, dan pelatih asal Italia itu yakin leg kedua akan jauh lebih sulit.

“Sangat sulit menghadapi mereka,” tandas Sarri. “Benar-benar sangat sulit. Saya sangat senang dengan hasilnya. Juga dengan performa tim karena, pada saat ini kami bisa mengatasi masalah di situasi yang sulit.”

“Di masa lalu kami tidak bisa melakukannya. Kami perlu berpikir bahwa leg kedua akan sulit karena lawan kami ini benar-benar sangat berbahaya juga saat melakoni laga tandang. Seperti di babak penyisihan mereka saat melawan Genk.”

“Jadi kami harus hati-hati. Sangat sulit menghadapi mereka. Benar-benar sangat sulit,” pungkas mantan pelatih Napoli tersebut.