Gilabola.com – Liverpool sebenarnya sudah menyiapkan suksesi di bek kiri dengan mendatangkan Milos Kerkez selama bursa transfer musim panas lalu, meski begitu, peluang memperpanjang kontrak Andrew Robertson dianggap sebagai pilihan yang cukup logis.
Robertson banyak mendapatkan sorotan selama musim 2024/2025 lalu setelah performanya dianggap menurun cukup tajam dari musim-musim terbaiknya bersama Liverpool.
Memang di musim itu pasukan Arne Slot berhasil meraih gelar juara Premier League, tapi bagi pemain internasional Skotlandia, itu bukan musim yang mengesankan secara statistik individu.
Tampil dalam 45 penampilan di semua kompetisi, Robertson hanya mencatatkan dua assist tanpa gol, bandingkan dengan masa-masa terbaiknya misalnya saat dia mencetak tiga gol dan 15 assist pada musim 2021/2022.
Statistik Robertson Musim Ini
- Penampilan : 20
- Gol : 1
- Assist : 1
Sementara di musim yang sama, Milos Kerkez dari Bournemouth tampil luar biasa dan terpilih sebagai bek kiri terbaik Premier Leageu di musim ini, membuat Liverpool menebusnya senilai Rp 907 Miliar.
Meski begitu, The Reds tampaknya masih tetap berusaha mempertahankan Robertson lebih lama di Anfield dengan kontrak pemain berusia 31 tahun itu akan berakhir di akhir musim ini.
Situasi Kontrak Robertson dan Sinyal Masa Depan
Andrew Robertson memberikan gambaran jujur mengenai situasinya usai kemenangan 4-1 atas Barnsley di Piala FA, dengan menegaskan bahwa pembicaraan kontrak barunya telah dilakukan meski hasil akhirnya masih terbuka.
Bek internasional Skotlandia itu menilai lima bulan tersisa di kontraknya saat ini sebagai periode krusial, di mana opsi bertahan maupun pergi harus dipertimbangkan bersama keluarga.
Robertson mengakui keinginannya untuk bertahan lebih lama di Liverpool, tapi dia juga menyadari bahwa keputusan tersebut bergantung pada banyak faktor, termasuk perannya di dalam tim dan arah klub.
Kehadiran Kerkez senilai Rp 907 Miliar menjadi sinyal kuat bahwa Liverpool sudah menyiapkan suksesi dan membangun generasi baru, tapi keberadaan Robertson sebagai wakil kapten tetap dianggap penting.
Di era manajemen Michael Edwards, Liverpool dikenal tak ambil pusing untuk membiarkan pemain senior pergi secara gratis jika nilai kontribusi satu musim terakhir lebih tinggi dibandingkan nilai jualnya.
Mereka sudah melakukan sebelumnya pada Georginio Wijnaldum, Roberto Firmino, dan James Milner, tapi untuk kasus Robertson, membiarkannya pergi saat ini justru bisa membuat klub harus membayar lebih untuk mencari pengganti berpengalaman.
Kerkez masih dalam tahap adaptasi, dan pemain baru juga belum tentu cepat beradaptasi. Robertson bisa menjadi jembatan stabilitas, dengan keputusan akhir akan bergantung pada keseimbangan dan kebutuhan skuad.
Pendapat Kami
Robertson baru berusia 31 tahun, dan kepemimpinan serta performanya tetap dibutuhkan Liverpool. Perpanjangan selama dua tahun sepertinya cocok sembari menunggu Kerkez beradaptasi penuh dan opsi bek kiri lain terbuka.

