Liverpool Sumbang Dua Dari Tujuh Pemain Dengan Sprint Paling Sering

Liverpool Sumbang Dua Dari Tujuh Pemain Dengan Sprint Paling Sering

Liverpool membongkar sendiri rahasia keunggulannya. Ada dua pemain The Reds dari tujuh pemain yang paling sering melakukan serangan balik kilat di Premier League.

Liverpool saat ini unggul tipis dua poin di atas Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris, dengan skuad Pep Guardiola memiliki satu tabungan pertandingan di tangan. Dan jika melakukan pemeriksaan silang dengan jumlah serangan balik kilat yang dilakukan tim-tim Premier League, terlihat bedanya.

Menurut data yang dirilis SkySports, tujuh tim teratas di Liga Inggris dengan jumlah sprint terbanyak sejauh musim ini (sudah 31 pekan) berturut-turut adalah:

  • Liverpool dengan 3.794 sprint
  • Bournemouth 3.749
  • Huddersfield 3.592
  • Everton 3.538
  • Manchester City 3.470
  • Arsenal 3.469
  • Leicester City 3.454

Jelas dari data di atas bahwa serangan balik kilat dalam bentuk berlari cepat ke daerah pertahanan lawan bukan satu-satunya kunci keberhasilan. Masih butuk kreatifitas dan kerjasama di depan gawang lawan. Bournemouth, Huddersfield dan Everton adalah tiga tim lain yang hanya kalah jumlah sprint dari Liverpool, tapi coba lihat hasilnya di klasemen. Mereka berturut-turut menduduki urutan 12, 20, dan 11. Sementara itu The Citizens, The Gunners dan The Foxes menduduki urutan kedua, keempat dan ke-10 di papan klasemen.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Sementara itu jika per individual dibedah jumlah lari kencang yang mereka lakukan untuk mempereteli lini belakang lawan maka ditemukan daftarnya menurut SkySports adalah sebagai berikut:

  • Ben Chilwell (Leicester, bek) 609 kali
  • Mohamed Salah (Liverpool, striker) 547 kali
  • Andrew Robertson (Liverpool, bek) 531 kali
  • Raheem Sterling (Manchester City, striker) 513 kali
  • Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal, striker) 482 kali
  • Marcus Rashford (Manchester United, striker) 453 kali
  • Andros Townsend (Crystal Palace) 453 kali

Menarik untuk mengamati bahwa dua dari tiga urutan teratas justru direbut pemain belakang. Lagi, ini juga bukan satu-satunya resep sukses karena Leicester hanya menduduki urutan 10.