Liverpool Takuti Formasi 3-5-2 Manchester City, Begini Ceritanya

Liverpool Takuti Formasi 3-5-2 Manchester City, Begini Ceritanya

Liverpool selalu takut hadapi lawan yang pakai formasi 3-5-2 dan Pep Guardiola akan memainkannya untuk Manchester City hari Minggu.

Sudah ada tiga lawan Liverpool yang menerapkan formasi 3-5-2 musim ini dan hampir saja berujung kekalahan pada The Reds. Hanya kegigihan dan sedikit keberuntungan yang menyebabkan anak asuh Juergen Klopp menang dua dan draw satu dari tiga laga itu. Tapi dua kemenangan itu usai dengan skor tipis dan dua di antaranya tiga laga berujung gol di menit-menit akhir pertandingan.

Tiga lawan The Reds yang memainkan formasi 3-5-2 tersebut musim ini adalah Sheffield United, Manchester United dan klub Belgia Genk di ajang Liga Champions tiga hari silam. Skor untuk tiga laga itu masing-masing adalah:

  • The Reds menang 0-1 atas Sheffield dengan gol oleh Georginio Wijnaldum pada menit 70 pertandingan tanggal 28 September.
  • 1-1 lawan Manchester United dengan Liverpool butuh gol Adam Lallana menit 85 guna membatalkan gol Marcus Rashford pada babak pertama pertarungan 20 Oktober itu.
  • Liverpool hanya menang 2-1 atas Genk, sementara pada pertemuan pertama di Belgia, The Reds justru berhasil menghabisi Genk 4-1.

Bagaimana cara kerja formasi 3-5-2 dan mengapa hal itu menakutkan untuk Liverpool, begini ceritanya seperti dipaparkan Stephen Warnock, mantan pemain belakang The Reds kepada BBC.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

The Reds tetap tak terkalahkan setelah 11 pertandingan Liga Inggris dan unggul enam poin dari City di puncak klasemen. Namun, sementara kemenangan mereka susul menyusul, tidak semuanya berjalan lancar. Masalah terbesar tim Juergen Klopp adalah saat melawan tim-tim yang menggunakan formasi 3-5-2. “Saya yakin Guardiola telah mengamatinya juga, jadi tidak akan mengejutkan saya jika ia mengubah formasi timnya dari yang biasanya 4-3-3 menjadi 3-5-2 untuk big match akhir pekan ini di Anfield,” kata Warnock.

Liverpool belum pernah kalah di ajang liga sejak kekalahan 2-1 oleh Manchester City di Stadium Etihad pada Januari 2019, dan The Reds mendapatkan reputasi menakutkan karena mampu bangkit dan menang setelah tertinggal lebih dulu. Tapi Guardiola sudah tahu cara untuk mengalahkan sang pemimpin klasemen Premier League. Sang pelatih Catalonia tahu Man City lebih baik daripada Liverpool yang juga sudah mencoba sistem 3-5-2 itu dan gagal. Para pemain The Skyblues akan menjalankan formasi itu dengan lebih baik karena mereka sangat menakutkan saat menyerang, dan juga lebih klinis ketika mendapat peluang mencetak gol.

Alasan Mengapa Formasi 3-5-2 Selalu Berhasil Lawan Liverpool

Menggunakan formasi 3-5-2 melawan Liverpool yang turun dengan 4-3-3 memungkinkan dua penyerang tengah Man City untuk berlari ke belakang pemain terakhir The Reds, entah di sebelah kiri celah antara Virgil van Dijk dan Andy Robertson, atau di sisi kanannya, di celah antara pasangan bek tengah Van Dijk dan Trent Alexander-Arnold.

Pergerakan dua striker tengah The Citizens sampai ke garis belakang lawan akan menghentikan niat bek sayap Liverpool untuk jalan-jalan jauh ke depan atau berusaha menutup bek sayap lawan mereka karena mereka akan berpikir tak boleh terlalu jauh ke depan. Sebagai akibatnya, ketakutan akan pergerakan liar dua penyerang tengah Guardiola akan membiarkan para gelandang Liverpool setengah terisolasi atau dipaksa main melebar.

“Efek lanjutan yang saya perhatikan dalam beberapa minggu terakhir adalah bahwa bek sayap oposisi semakin maju ke depan, dan itu menyeret gelandang Liverpool dan juga para striker untuk mundur lebih ke dalam,” kata Stephen Warnock pada BBC. “Jadi, sementara Liverpool sangat berbahaya – terutama melalui serangan-serangan dari sisi sayap – ketika mereka menekan dan memenangkan bola di setengah lapangan lawan, mereka butuh berlari pada jarak yang lebih jauh [pada hari Minggu malam] ketika mereka merebut bola dan ingin menyerang.”

Itu membuat mereka perlu menemukan pendekatan berbeda untuk maju menyerang dan menciptakan peluang. Sejauh ini, Klopp selalu menemukan ide genius untuk mengatasi hal itu, tetapi ia belum pernah bertanding melawan tim sebaik Manchester City sejauh musim ini.

Guardiola telah menggunakan tiga pemain di lini belakang sebelumnya, terakhir kali menerapkan hal itu di Liga Champions melawan Atalanta di Etihad bulan lalu, dan dia memiliki beberapa pemain berkualitas untuk bermain sebagai bek sayap. Benjamin Mendy dan Kyle Walker bisa sangat berbahaya ketika mereka menjelajah sampai ke depan. Walker juga bisa bermain sebagai salah satu bek tengah, jika diperlukan. Dari sudut pandang menyerang, itu pasti akan berhasil. Sudah tiga klub yang memamerkan keberhasilan formasi 3-5-2 melawan Liverpool sebelumnya.