Liverpool Tengah Susah Cetak Gol, Jurgen Klopp Bantah Karena Pemainnya Egois

Gilabola.com – Juara bertahan Premier League Liverpool berada dalam masalah serius soal penyelesaian peluang mereka dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan kekhawatiran bagi manajer mereka Jurgen Klopp, tapi menolak anggapan egois para pemainnya.

Jurgen Klopp mengakui bahwa Liverpool mengalami masalah dalam mencetak gol musim ini dibandingkan dengan dahsyatnya lini serang timnya di musim-musim sebelumnya, tetapi tidak percaya para penyerang terlalu egois di depan gawang.

Daya serang The Reds mengalami penurunan signifikan yang mempengaruhi musim mereka di musim 2020/2021 ini, dipastikan tanpa gelar apapun dan bahkan harapan empat besar mereka berada dalam bahaya besar karena masih berada di urutan keenam klasemen.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Di musim ini, praktis hanya Mohamed Salah yang tetap mempertahankan ketajamannya di depan gawang dengan sudah mengemas 29 gol dalam 46 penampilan di semua kompetisi, jauh dari rekan-rekannya di lini depan seperti Sadio Mane (13 gol, 43 laga), Roberto Firmino (6 gol, 43 laga), dan Diogo Jota (12 gol, 27 laga).

Sementara di masa lalu pernah ada konflik antara duo penyerang Afrika Liverpool yang sama-sama ingin mencetak gol, musim ini pun anggapan itu berlanjut dengan Sadio Mane dianggap dalam beberapa kesempatan menolak untuk memenangi penalti karena tak ingin Mohamed Salah mencetak gol dari penaltinya, tuduhan yang dilayangkan oleh legenda klub Michael Owen.

Channel Gilabola di Youtube

Tapi Jurgen Klopp menolak anggapan bahwa para penyerangnya bermasalah di depan gawang musim ini karena egois, mengatakan kepada Sky Sports, “Kami harus melihat diri kami sendiri apakah kami terlalu egois? Tapi faktanya bahwa kami tidak egois. Mereka tidak lebih egois sekarang atau kurang egois dari musim sebelumnya. Bukan itu masalahnya.”

“Selalu ada pembicaraan seperti ini ketika Anda melewatkan peluang. Mengapa pemain kami tidak melakukan umpan ketika itu bisa dilakukan? Terkadang ada satu atau dua situasi di mana hal itu bisa terjadi, tetapi tidak berarti bahwa itu karena pemain kami egois. Ada saat-saat juga di mana kami tidak beruntung. Tetapi jika Anda tidak beruntung begitu seringnya, pasti ada sesuatu yang lain. Kami sekarang hanya perlu meningkatkan diri dan menyelesaikan masalah ini.”

AHABET
AHABET