Site icon Gilabola.com

Liverpool Terpuruk Nama Xabi Alonso Menggema, Van Dijk Biang Kekalahan The Reds?

Momen saat Virgil Van Dijk melakukan pelanggaran berbuah penalti untuk Manchester City

Gilabola.com – Pertandingan melawan Manchester City kembali menghadirkan cerita yang sama bagi Liverpool: hadiah penalti untuk lawan. Untuk ketiga kalinya musim ini, tim asuhan Pep Guardiola mendapatkan peluang mencetak gol dari titik putih akibat kesalahan The Reds.

Dan kesalahan ini tampaknya mulai ditimpakan pada Virgil Van Dijk!

Van Dijk Biang Penalti Lawan?

Insiden tersebut mencerminkan pola yang tidak hanya terjadi di laga ini, tetapi juga sepanjang musim. Saat menjatuhkan Nico O’Reilly di dalam kotak penalti, Virgil van Dijk tercatat telah menyebabkan empat penalti dalam 46 penampilan musim ini.

Jumlah itu menyamai total penalti yang ia lakukan dalam tujuh setengah musim pertamanya bersama Liverpool, yang mencakup 318 pertandingan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Van Dijk mulai merasakan dampak usia. Di usia 35 tahun, ketajaman fisik dan pengambilan keputusan tidak lagi seoptimal sebelumnya. Hal itu terlihat ketika ia keliru mencoba menerapkan jebakan offside pada gol ketiga Manchester City.

Beban sebagai kapten juga menjadi faktor tambahan. Ia harus memimpin tim baik di dalam maupun luar lapangan sepanjang musim, tugas yang bahkan sulit dilakukan saat berada di puncak performa.

Penurunan performa tidak hanya terjadi pada dirinya. Ibrahima Konate kembali kesulitan menghadapi Erling Haaland, yang mencetak gol melalui sundulan di Stadion Etihad. Sementara itu, perlindungan dari lini tengah yang sempat solid di awal pertandingan justru melemah pada momen-momen krusial, terutama sebelum dan sesudah jeda.

Lebih buruk lagi, Manchester City mencetak dua gol yang berawal dari lemparan ke dalam Liverpool, sebuah kesalahan mendasar yang sulit diterima. Dengan kesalahan sendiri yang terus terjadi, Liverpool tampak menyulitkan diri untuk meraih hasil positif.

Perpisahan yang Suram untuk Mohamed Salah

Masa perpisahan Mohamed Salah kini telah dimulai. Berdasarkan penampilan ini, perjalanan menuju akhir tersebut tampaknya tidak akan mudah.

Dalam laga pertamanya setelah mengumumkan akan meninggalkan Liverpool di akhir musim, dukungan suporter langsung terdengar sejak menit ke-14 melalui nyanyian khas untuk sang bintang asal Mesir.

Tak lama kemudian, Salah hampir mencetak gol setelah menerima umpan panjang dari Giorgi Mamardashvili, namun peluang tersebut digagalkan oleh sentuhan krusial Abdukodir Khusanov.

Namun, performa keseluruhan Salah kurang memuaskan. Ia sudah ditarik keluar sebelum wasit Michael Oliver mengakhiri pertandingan, mencerminkan jalannya laga yang mengecewakan. Penalti yang ia eksekusi pun berhasil ditepis oleh kiper cadangan Manchester City, James Trafford.

Meski demikian, Salah terlihat lebih aktif di sepertiga akhir lapangan dibanding beberapa laga sebelumnya di Premier League. Ia sempat menciptakan peluang lain yang digagalkan Trafford, namun juga membuang kesempatan dari posisi yang cukup baik.

Sebagai pemain yang sering menjadi ancaman bagi Manchester City, tim tuan rumah mungkin tidak keberatan melihat kepergiannya. Namun, ini bukanlah penampilan yang diharapkan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Liverpool.

Spekulasi Xabi Alonso Bisa Ditunda

Setelah peluit akhir dibunyikan, Dominik Szoboszlai terlihat mencoba membangkitkan semangat para pendukung Liverpool yang masih bertahan di tribun tandang Stadion Etihad. Namun, upaya tersebut terasa sia-sia.

Di sisi lain, beredar video di media sosial yang menunjukkan sebagian suporter Liverpool yang pulang lebih awal meneriakkan nama Xabi Alonso, mantan gelandang klub yang terus dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Anfield setelah dipecat oleh Real Madrid.

Hasil seperti ini tentu akan memperkuat spekulasi tersebut. Meski demikian, fokus utama Liverpool saat ini harus tertuju pada kompetisi Liga Champions, baik untuk melanjutkan perjalanan musim ini maupun memastikan tiket untuk musim berikutnya.

Di tengah performa buruk yang terlihat sebelum dan sesudah jeda, Liverpool setidaknya bisa mengambil sedikit hal positif dari permainan menyerang di awal pertandingan. Florian Wirtz dan Hugo Ekitike sempat menunjukkan pergerakan agresif yang menjanjikan.

Jika Liverpool tidak lagi sekuat musim lalu, hal yang sama juga berlaku bagi Paris Saint-Germain. Musim ini memperlihatkan bahwa tidak ada tim yang benar-benar dominan di Eropa, sehingga peluang tetap terbuka bagi siapa saja.

Exit mobile version