Liverpool Wujudkan Mimpi Kiper Gaek Ini Usai Alisson Cedera

Liverpool Wujudkan Mimpi Kiper Gaek Ini Usai Alisson Cedera

Gilabola.com – Liverpool seakan membawa kiper gaek berusia 35 tahun, Andy Lonergan, wujudkan mimpi membela klub papan atas untuk pertama kali dalam hidupnya.

Saat the Reds hadapi Chelsea di final Piala Super Eropa di Istanbul, Turki, Kamis (15/8) WIB, Lonergan akan berada di bangku cadangan skuad Jurgen Klopp. Hal itu, sangat di luar ekspektasi Lonergan, yang bahkan tak punya klub beberapa waktu sebelumnya.

Bayangkan saja, jika kita menjadi Andy Lonergan! Musim lalu, Lonergan tercatat sebagai kiper klub Championship, Middlesbrough, dan sudah tujuh kali dipinjamkan ke klub League One, Rochdale, sebelum akhirnya dilepas dengan status bebas transfer di awal musim panas ini.

Ia sebelumnya dipanggil Klopp untuk menjadi kiper sementara jawara Liga Champions tersebut dalam tur pramusim mereka ke Amerika Serikat. Di sana, Klopp yang kehabisan stok penjaga gawang sempat memainkan Lonergan, dan dia sukses lakukan penyelamatan fantastis atas upaya pemain Sevilla, Luuk de Jong, di Fenway Park, sebelum akhirnya hanya sampai di kamp latihan the Reds di Evian.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Lonergan membawa harapan besar saat ia dipanggil Liverpool sebagai pemain sementara, sampai akhirnya Alisson Becker kembali ke Anfield dan langsung mainkan fungsinya sebagai kiper nomor satu.

Apalagi, The Reds kemudian memanggil eks kiper West Ham, Adrián, untuk gantikan Simon Mignolet sebagai kiper pilihan kedua Klopp. Sementara dua kiper muda; Caoimhin Kelleher dan Vitezslav Jaros, akan mendapat opsi darurat lebih lanjut begitu mereka pulih dari cedera.

Kini, situasi telah membuka peluang seumur hidup bagi Lonergan, saat ia kembali mendapati dirinya masuk dalam barisan skuad the Reds saat mereka akan hadapi Chelsea di Piala Super Eropa yang digelar di Istanbul. Alisson cedera dan harus absen enam pekan, tepat di saat the Reds lakoni laga pembuka Liga Premier musim ini melawan Norwich City akhir pekan kemarin.

Ini menjadi skenario yang tak ada seorangpun yang membayangkan sebelumnya bahwa ini bisa terjadi. Pasalnya, Alisson menjadi bagian yang sangat penting bagi skuad Anfield, dan kehilangan kiper Brasil berusia 26 tahun itu menjadi pukulan berat bagi Klopp.

Tapi untuk Lonergan, ini benar-benar seperti dongeng. Kenyataan ini seolah-olah seperti permainan sulap, yang disodorkan kepadanya begitu saja. Meskipun, Lonergan yang semula hanya kiper cabutan ini tetap harus bekerja sangat keras untuk bisa benar-benar mengesankan Klopp dan seluruh staf pelatih Liverpool sepanjang musim panas ini.

Tapi, dengan kembali dipilihnya Lonergan, hal itu seakan membuktikan bahwa dia sekarang layak untuk menerima kontrak jangka pendek untuk membela the Reds. Demikian diungkapkan Liverpool Echo, seperti yang dilansir situs resmi klub.

Mengingat pentingnya posisi Klopp ketika klub putuskan untuk merekrut pemain baru, itu juga mencerminkan respon positif pada permainan Lonergan, karena manajer asal Jerman itu dipastikan merasa bahwa dia cocok dengan skuadnya dan bisa menjadi pengaruh positif di dalam ruang ganti maupun kamp latihan.

Di sepanjang karir profesionalnya sebagai pesepakbola, Lonergan tercatat telah membela 11 klub berbeda di berbagai divisi Liga Inggris sejak tahun 2000 lalu. Ia sudah lakoni lebih dari 400 pertandingan, dan telah bekerja untuk mencapai posisi di mana ia sekarang bisa menjadi bagian dari tim Liverpool. Tentunya, Lonergan sendiri merasa sulit memercayai keberadaannya bersama tim yang berada di posisi dua atau tiga teratas di dunia saat ini.

Kondisi ini serupa seperti ketika Nathaniel Clyne alami cedera, dan membuka pintu bagi munculnya Trent Alexander-Arnold sebagai pemain tim utama reguler sampai saat ini. Begitu juga dengan nasib baik yang dialami Andy Robertson, yang datang ke skuad utama  the Reds ketika Alberto Moreno cedera di tahun 2017 lalu. Situasi seakan punya ‘cara yang aneh’ untuk menciptakan peluang dalam karir para pesepakbola, ketika mereka tidak pernah memerkirakannya.

Ini seakan bukti profesionalisme, karakter dan etos kerja Lonergan, bahwa upayanya selama musim panas lalu telah diakui dan dihargai Klopp, dengan memberinya kesempatan untuk memperpanjang masa tinggalnya di Anfield.

Lonergan barangkali memang hanya solusi jangka pendek untuk mengisi posisi kosong di skuad asuhan Klopp. Tapi, kenyataan ini seakan menjadi pengingat yang menonjol bahwa bahkan di usia 35 tahun, tidak pernah terlambat untuk wujudkan mimpi menjadi kenyataan.