Louis Van Gaal Kritik CEO Manchester United

Masih ingat Louis Van Gaal? Pelatih Belanda itu tampaknya belum bisa move on dari pemecatannya dua tahun lalu. Ia melancarkan serangan terbarunya terhadap CEO klub Liga Inggris Manchester United, Ed Woodward.
Berita Terkini - Masih ingat Louis Van Gaal? Pelatih Belanda itu tampaknya belum bisa move on dari pemecatannya dua tahun lalu. Ia melancarkan serangan terbarunya terhadap CEO klub Liga Inggris Manchester United, Ed Woodward.

Gilabola.com – Masih ingat Louis Van Gaal? Pelatih Belanda itu tampaknya belum bisa move on dari pemecatannya dua tahun lalu. Ia melancarkan serangan terbarunya terhadap CEO klub Liga Inggris Manchester United, Ed Woodward.

Louis van Gaal mengecam petinggi klub Ed Woodward karena gagal mendatangkan pemain berkualitas tinggi selama dua tahun masa tugasnya di Old Trafford.

Pelatih asal Belanda itu menghabiskan dua musim di Theatre of Dreams (tahun 2014 hingga 2016) tetapi digantikan oleh Jose Mourinho setelah gagal membawa The Red Devils lolos ke Liga Champions.

Van Gaal menghabiskan hampir 260 juta pound (4,9 triliun rupiah) selama masa tugasnya di Setan Merah tetapi hanya Ander Herrera, Sergio Romero dan Anthony Martial yang dapat dianggap sebagai rekrutan sukses.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Pelatih berusia 66 tahun itu telah menganggur sejak meninggalkan The Red Devils, tetapi pria asal Belanda itu mengklaim dirinya bisa meraih kesuksesan yang lebih besar di klub jika Woodward berhasil endatangkan lebih banyak target transfernya.

“Saya telah berkali-kali meminta untuk didatangkan pemain dengan kualitas terbaik. Tapi saya tidak mendapatkan pemain yang saya inginkan,” kata Van Gaal. “Saya kecewa pada para petinggi di di United dan mereka tahu saya kecewa.”

Van Gaal telah beberapa kali melontarkan kritik kepada Setan Merah sejak kepergiannya pada tahun 2016 dan dia yakin dia telah dipecat secara tidak adil dalam waktu beberapa hari saja setelah memenangkan Piala FA.

Namun pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa dia adalah orang yang ’emosional’ dan sering melontarkan hal-hal yang kemudian disesalinya sendiri.

“Saya seorang yang emosional. Saya berbicara terlalu banyak dalam wawancara. Saya selalu otentik. Anda lihat profil saya secara jujur,” aku van Gaal.

Mantan pelatih Barcelona itu juga membeberkan dua kisah sukses saat ia masih berada Old Trafford. “Rashford adalah seorang bakat besar. Ketika ada bakat besar di tim Anda, maka Anda adalah manajer yang beruntung,” kata Van Gaal kepada The Sun.

“Hanya Lingard dan Rashford yang datang di tahun kedua, kemudian mereka tumbuh dewasa. Saya selalu bangga ketika saya memenangkan sesuatu.”

“Saya sangat bangga, misalnya, bahwa saya memenangkan Piala FA bersama United dan dengan para pemain itu.”