Man City Umumkan Kerugian 2,5 Trilyun, Alamat Transfer Erling Haaland Gagal?

Gila Bola – Ucapan Pep Guardiola beberapa waktu lalu bahwa Manchester City mungkin tidak punya uang untuk mendatangkan Erling Haaland dengan bandrol mahal musim panas ini tampaknya bukan isapan jempol belaka.

Manchester City resmi mengumumkan bahwa mereka mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 Trilyun untuk musim 2019/2020 karena pandemi Covid, membenarkan ucapan Pep Guardiola bahwa mereka tak bisa lagi menghabiskan uang Trilyunan rupiah hanya untuk memboyong satu pemain.

Pemuncak klasemen Premier League itu juga mengungkapkan bahwa pendapatan klub untuk periode hingga 30 Juni turun 11 persen menjadi Rp 9,5 Trilyun dan ini bisa benar-benar mengganggu upaya mereka untuk merealisasikan transfer striker baru di musim panas mendatang sebagai suksesor Sergio Aguero.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Mungkin The Citizens selama musim panas lalu terbantu oleh penjualan Leroy Sane ke Bayern Munchen senilai lebih dari Rp 1 Trilyun, tapi klub kehilangan pendapatan tiket dan stadion menjelang akhir musim lalu, adanya pengembalian uang yang diberikan kepada pemegang tiket musiman dan juga pendapatan siaran langsung yang dipotong.

Namun pihak Manchester City optimis bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan di tahun keuangan saat ini, sembari berharap bahwa di akhir musim mereka akhirnya akan mulai menyambut kembalinya para fans ke Stadion, yang memang sudah mulai akan diujicobakan di laga semifinal Piala FA, final Piala Liga, dan final Piala FA mendatang.

Pep Guardiola sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa klubnya tidak akan menghabiskan uang sekitar Rp 2 Trilyun hanya untuk mendatangkan satu pemain, dengan rekor transfer The Citizens saat ini adalah pembelian Rodri dari Atletico Madrid senilai Rp 1,27 Trilyun.

Bos Catalan itu berkata, “Sepak bola adalah permainan tim, setiap orang memberikan kontribusinya. Ini bukan hanya satu pemain, ini untuk semua pemain. Sejauh ini klub telah memutuskan untuk tidak menghabiskan sekitar Rp 2 Trilyun untuk seorang pemain, atau lebih dari Rp 2 Trilyun untuk seorang pemain.”