Man United Kebobolan Banyak Gol Bola-bola Mati, Alasan Transfer Raphael Varane Sangat Penting

Gilabola.com – Mengapa transfer Raphael Varane ke Manchester United sangat penting? Itu karena Setan Merah kebobolan banyak sekali gol selama musim 2020/21, bahkan lebih banyak daripada Liverpool yang tengah kehilangan dua bek tengahnya, Virgil Van Dijk dan Joe Gomez.

Debut Raphael Varane di Liga Inggris terganjal dua hal saat ini. Satu masalah izin visa kerja yang belum keluar dari pemerintah Boris Johnson, dan kedua, sang pemain Perancis harus menjalani masa karantina sebelum boleh melakukan tes medis di pusat latihan Manchester United di Carrington.

Jadi, pengumuman kedatangan mantan bek tengah Real Madrid itu akan tertunda setidaknya selama satu minggu lagi. Tapi kita akan kembali pada pertanyaan utama, mengapa kedatangan bek tengah Perancis itu sangat penting bagi Setan Merah?

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Itu karena Setan Merah kebobolan terlalu banyak gol pada musim 2020/21. Kebobolan total 44 gol, 12 lebih banyak daripada rival sekotanya Manchester City.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer itu hanya menduduki urutan kelima terbaik di klasemen Liga Inggris dalam hal kebobolan setelah Man City (32 gol kemasukan), Chelsea (36 gol kemasukan), dan Arsenal yang berada di urutan delapan dengan 39 gol kebobolan.

Ironisnya, Man United kalah pula dari Liverpool (42 gol kebobolan) yang tengah kehilangan dua bek tengah jagoannya, Virgil van Dijk dan Joe Gomez, yang disebut-sebut terbaik di Premier League.

Angka Kebobolan Man United Sangat Buruk

Jadi, memperkuat posisi bek tengah menjadi salah satu prioritas the Red Devils pada awal musim 2021/22. Terutama sekali mereka mencari pemain bertahan yang terbiasa menghadapi situasi bola-bola mati. Sepanjang musim 2020/21 di Liga Inggris dan termasuk final Liga Europa, Setan Merah kebobolan 14 kali dari sepak pojok dan tendangan bebas langsung.

Jumlah kebobolan 14 kali dari situasi bola-bola mati itu mencakup lebih dari 31 persen gol kebobolan Red Devils. Coba bandingkan itu dengan skuad asuhan Pep Guardiola, yang kebobolan hanya tujuh gol saja dari situasi sepak pojok, tendangan bebas dan semacamnya, yang hanya sekitar 21 persen dari total jumlah gol kemasukan Man City.

Itu adalah area yang harus diperbaiki pada musim panas 2021 ini, dengan Raphael Varane tiba dari Real Madrid sebagai bek tengah berpengalaman dengan keahlian lengkap, termasuk kecakapannya di udara. Varane menduduki posisi ketujuh di Liga Spanyol dalam tingkat kesuksesan duel-duel udara, memenangkan 75 persen lebih dari 97 pertarungan udara yang dilakukannya. Sejak musim 2017/2018, Varane sudah memenangkan 255 duel udara, kalah 87 kali. Setan Merah akan sangat diuntungkan dengan tinggi badannya yang mencapai 191 centimeter.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO