Urusan Makan Gaji Buta, Man United Terburuk, Man City Urutan Keempat

Urusan Makan Gaji Buta, Man United Terburuk, Man City Urutan Keempat

Urusan makan gaji buta, Manchester United, Arsenal dan Everton adalah tiga tim terburuk. Manchester City, yang tadi malam kalah 3-2 oleh Wolves, duduk di urutan keempat paling buruk.

Menurut data, sampai dengan pekan 19 Liga Inggris, Manchester United dan Arsenal serta Everton merupakan tiga tim yang paling boros dalam buang-buang uang, terkait besarnya gaji pemain dan perbandingannya dengan perolehan poin.

Kita mulai dengan Setan Merah yang menempati urutan terbawah urutan paling bawah perbandingan gaji dan perolehan poin klasemen Premier League. Mereka menggaji skuad utama tim dengan gaji rata-rata 161.200 pound (Rp 2,9 Milyar) per game per pemain. Dengan 19 game sudah dilakoni dan perolehan poin 28 di posisi kedelapan maka rata-rata bayaran riil per pemain per poin The Red Devils adalah 109.386 pound, setara Rp 1,99 Milyar.

Ini adalah angka terburuk dalam klasemen makan gaji buta ini. Di urutan kedua adalah Arsenal, yang jor-joran membayar para pemainnya – termasuk di dalamnya Mesut Ozil, Pierre-Emerick Aubameyang – dengan rata-rata bayaran per pemain skuad utama per pertandingan sebesar Rp 2,3 Milyar. Dengan The Gunners saat ini berada di urutan 11 dengan 24 poin maka mereka membayar Rp 1,82 Milyar per pemain per poin. Sementara itu pasukan baru Carlo Ancelotti, Everton, berada di urutan ketiga paling buruk dengan Rp 1,7 Milyar per pemain per poin.

Daftar Tim Liga Inggris Paling Efisien

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Di urutan terbaik ada tiga tim yang menjadi skuad Liga Inggris paling anti makan gaji buta ini. Ketiganya dimulai dari yang terbaik adalah Sheffield United, kemudian Wolves (yang tadi malam mengalahkan Manchester City) dan Burnley.

Sheffield atau yang dikenal sebagai The Blades, menggaji para pemain utamanya dengan bayaran hanya 19.158 pound per game. Itu setara Rp 349 juta. Tapi coba lihat. Dengan Sheffield kini berada di urutan ketujuh dengan 29 poin maka mereka hanya membayar para pemainnya dengan Rp 229 juta per poin. Yang paling efisien dari semua klub Premier League! Bisa dibayangkan tawaran pekerjaan baru yang diterima sang manajer The Blades Chris Wilder. Pemilik klub mana pun yang kapitalis tentu ingin naik setinggi posisi tujuh Premier League dengan gaji pemain serendah ini.

Urutan kedua paling efisien ditempati Wolves. Dengan modal gaji per pemain per game Rp 1 Milyar, pasukan Nuno Espirito Santo ini tadi malam mengalahkan sang juara bertahan yang membayar skuad utama mereka dengan gaji per game Rp 3,35 Milyar. Efisiensi terlihat dari angka Rp 703 juta per pemain per poin yang didapatkan The Wolves, yang kini menempati urutan kelima Liga Inggris dengan perolehan 30 poin. Bandingkanlah itu dengan Pep Guardiola yang keempat terburuk (setelah Everton) untuk urusan makan gaji buta dengan R 1,6 Milyar dibayarkan untuk setiap poin yang mereka peroleh, per pemain.

Di Manakah Posisi Liverpool?

Di manakah posisi Liverpool yang digadang-gadang sebagai calon juara baru Liga Inggris setelah menang telak 4-0 atas pesaing terdekatnya Leicester City pada pekan terkini. The Reds menduduki urutan ke-11 terburuk dihitung dari pemborosan yang mereka lakukan per game. Tapi dengan 52 poin hasil dari 17 kemenangan dan sekali imbang, sulit melihat penghematan apa lagi yang bisa dilakukan Juergen Klopp. Mereka membayar Rp 920 juta per poin hingga pekan ke-18 Liga Inggris.