Man Utd Takut, Jika Pecat Solskjaer, Ternyata Penggantinya Manajer Egois Macam Mourinho

Ada alasan besar mengapa dewan Manchester United masih enggan untuk memecat manajer mereka Ole Gunnar Solskjaer, meski faktanya bahwa dia telah gagal mempersembahkan trofi apapun sejak mendapatkan pekerjaan pada Desember 2018.

Ole Gunnar Solskjaer mendapatkan pekerjaan di Old Trafford pada akhir tahun 2018 untuk menggantikan Jose Mourinho, dan hanya beberapa bulan kemudian, dia yang awalnya dikontrak sebagai karetaker langsung mendapatkan ganjaran kontrak permanen.

Sejak itu taktisi Norwegia mulai melakukan perbaikan dari sederet investasi buruk Manchester United di era Louis van Gaal dan Jose Mourinho, yang menghabiskan banyak uang untuk investasi jangka pendek dan terbukti gagal memberikan kejayaan kembali bagi klub.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sayangnya bahwa Ole Gunnar Solskjaer memang membawa perubahan investasi pada skuad ke arah yang lebih baik, tapi sayangnya dia seperti tidak tahu caranya memenangkan pertandingan besar dan meraih trofi. Hingga saat ini, pencapaian terbaiknya hanya final Liga Europa 2020 dan runner up Premier League 2020.

Setelah kekalahan 0-5 dari Liverpool, desakan pemecatan Ole Gunnar Solskjaer semakin kuat. Tidak hanya dari kalangan fans, bahkan para mantan pesepak bola dan pundit juga menyuarakan bahwa sudah saatnya Manchester United untuk mengganti manajer mereka, di saat nama-nama seperti Zinedine Zidane dan Antonio Conte mulai diperdebatkan.

Tapi seperti kata Jamie Carragher, dewan The Red Devils tampaknya takut membawa perubahan pada kursi manajerial klub. Mereka khawatir bahwa mereka membawa sosok bos yang salah, pelatih yang bekerja untuk dirinya sendiri seperti Louis van Gaal dan Jose Mourinho.

Bisa dibilang bahwa kedua manajer itu menyukai hasil yang instan, merekrut para pemain jadi dan berpengalaman yang bisa membawa mereka lebih dekat ke kejayaan, tak peduli apakah investasi itu sesuai dengan karakter klub atau tidak. Akhirnya kini di era Ole Gunnar Solskjaer, banyak pemain pembelian mereka yang sudah dibuang.

Ole Gunnar Solskjaer berbeda. Dia bekerja untuk klub yang dicintainya, bekerja sesuai dengan DNA klub dan memiliki perhatian besar pada pengembangan para pemain muda. Dia berinvestasi pada masa kini dan masa mendatang, mengkombinasikan pemain berpengalaman dan pemain masa depan.

Meski memang sayangnya bahwa untuk bersaing dengan Jurgen Klopp di Liverpool, Pep Guardiola di Manchester City, dan Thomas Tuchel di Chelsea, sejujurnya Manchester United membutuhkan manajer yang lebih berkualitas. Ole Gunnar Solskjaer melatih untuk klub yang dicintainya, tapi dia tidak berada di level untuk membawa kejayaan klub dan bersaing melawan raksasa Inggris lainnya.

Inilah pekerjaan sulit bagi dewan Manchester United. Jika mereka harus menunjuk manajer baru, mereka harus memastikan bahwa dia bisa bekerja sesuai dengan DNA klub dan tidak mengulang kesalahan pada penunjukkan pelatih berkarakter pragmatis macam Louis van Gaal dan Jose Mourinho.

Itulah mengapa bahwa seperti kata Peter Schmeichel, Antonio Conte mungkin bukan manajer yang cocok bagi The Red Devils. Mungkin, bos seperti Erik ten Haag dan Zinedine Zidane akan lebih sesuai untuk melanjutkan pekerjaan Ole Gunnar Solskjaer.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO