Manchester City Dibekap Cedera, Guardiola Tuduh Sepak Bola Tak Peduli Pemain

Manchester City Dibekap Cedera, Guardiola Tuduh Sepak Bola Tak Peduli Kondisi Pemain

Gila Bola – Manchester City dibekap masalah cedera saat tengah siapkan jadwal sibuk mereka. Pep Guardiola pun menuduh sepak bola ‘tak peduli soal kondisi pemain’.

Guardiola harus siapkan jadwal sibuk timnya di musim baru ini, tanpa penyerang andalan mereka, Gabriel Jesus. The Citizens dijadwalkan menjamu Leicester pada Minggu (27/9) malam ini, dengan hanya 13 pemain senior yang fit untuk laga tersebut. Pelatih asal Spanyol itupun tegaskan,  para pemainnya ‘bukan mesin’.

Guardiola sangat prihatin dengan padatnya jadwal pertandingan domestik maupun internasional yang harus dilakoni para pemainnya, setelah kompetisi musim lalu molor dari jadwal semula akibat pandemi, dan para pemain hanya dapatkan waktu singkat untuk beristirahat.

“Tak ada yang peduli dengan para pemain. Semata-mata hanya pikirkan bisnis, tegas Guardiola, seperti dilansir BBC Sport.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Antara saat ini hingga 31 Oktober 2020, Manchester City punya delapan pertandingan liga dan ajang perebutan piala, termasuk dua pertandingan Liga Champions. Beberapa dari pemain juga diperkirakan akan absen dari klub, untuk jalani tugas internasional bulan depan.

Pemain asal Brasil, Gabriel Jesus, harus absen setidaknya selama tiga pekan akibat masalah otot. Sementara Sergio Aguero, diperkirakan akan menepi tujuh pekan lagi dalam kondisi cedera lutut.

Selain itu ada pula cedera otot yang dialami Bernardo Silva dan Oleksandr Zinchenko, serta Joao Cancelo (cedera kaki). Sementara Aymeric Laporte dan Ilkay Gundogan belum bisa bermain untuk City setelah keduanya positif terpapar.

Guardiola pun ungkapkan kekesalannya, saat ia ditanya tentang kondisi para pemain dengan begitu padatnya jadwal pertandingan dalam waktu singkat.

“Kenyataannya, inilah adanya. Bukan hanya Manchester City, semua klub dan negara, tidak ada yang peduli dengan kondisi para pemain. Semua pihak, baik Liga Premier, UEFA, EFL – lebih memikirkan bisnis dan posisi mereka sendiri,” tegas pelatih berusia 49 tahun itu.

“Para pemain hanya punya dua pemain untuk pramusim, sekarang mereka harus bermain setiap tiga hari selama 11 bulan. Kita tak akan mengubah apapun dengan mengatakan yang sebaliknya,” tambah Guardiola.

“Saya mengerti, ini situasi yang tak biasa bagi semua kalangan – restoran, teater, bioskop, museum. Semua orang merasa kesulitan, tidak terkecuali kami. Kita harus yakin pada apa yang kami lakukan, mencoba dan tunjukkan permainan bagus,” ujarnya.

“Kami punya tiga pemain yang kembali dari tim nasional dalam kondisi cedera. Kami tak bisa mengendalikan hal seperti itu. Mereka turunkan para pemain itu untuk dua pertandingan yang digelar dalam empat hari, tanpa persiapan. Mereka bukan mesin,” tegas Guardiola.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak delapan pemain Manchester City saat ini berada dalam status cedera atau sakit, dan diragukan bisa bermain dalam beberapa bulan ke depan, sementara tiga laga penting menanti pasukan Guardiola. Sulit rasanya bagi The Citizens bisa menjadi penantang Liverpool saat ini.

Rencananya, City ingin menjadi penantang gelar bagi The Reds dan berambisi merebut kembali gelar juara Liga Inggris pada musim 2020/2021 ini. Kondisi saat ini tentunya bisa membuat rencana tersebut berantakan, apalagi Guardiola harus hadapi krisis dengan hanya 13 pemain skuad utama yang tersedia, dan mantan pelatih Bayern Munchen serta Barcelona itu hanya bisa andalkan para pemain akademi untuk menambal sejumlah posisi yang kosong.