Site icon Gilabola.com

Manchester City Dua Kekalahan Beruntun, Mengapa Sistem Pep Guardiola Jadi Bumerang?

Pep Guardiola manajer Manchester City

Gilabola.comManchester City mengembalikan uang fans usai kekalahan memalukan, tapi masalah Pep Guardiola dan skuadnya jauh lebih serius.

Rasa malu itu tidak hilang hanya karena refund tiket. Man City memang berusaha meredam amarah dengan mengembalikan uang para pendukungnya usai kekalahan mealukan dari Bodo/Glimt di Liga Champions, tapi di balik niat mulia itu, ada kegelisahan besar yang belum terjawab.

Apakah ini hanya kecelakaan sesaat, atau awal dari musim yang benar-benar menyakitkan?

Guardiola Tetap Bertahan dengan Sistem yang Rapuh

Pep Guardiola tak sepenuhnya bisa lepas tangan dari situasi ini.

Sang manajer terus memaksakan pendekatan yang sama, meski badai cedera membuat timnya semakin rentan setiap pekan.

Dalam fase menyerang, City sering meninggalkan tiga bek di belakang, dengan Rodri sebagai satu-satunya pelindung. Celah ini terlalu mudah dibaca.

Manchester United memanfaatkannya. Bodo/Glimt bahkan menirunya dengan hasil yang sama menyakitkan.

Cedera Menumpuk, Lini Belakang Jadi Lubang Besar

Daftar pemain absen semakin panjang dan dampaknya terasa nyata.

Nico Gonzalez dan Matheus Nunes absen dalam dua laga terakhir, sementara pertahanan City seperti kehilangan fondasi utama.

Cedera Ruben Dias, Josko Gvardiol, dan John Stones menciptakan lubang besar yang tak kunjung tertutup.

Bisakah sistem tetap berjalan ketika kepingan pentingnya hilang satu per satu?

Haaland Bicara Jujur, Rasa Malu Tak Bisa Ditutupi

Erling Haaland tak mencari kambing hitam.

Penyerang andalan City itu justru memilih bicara dengan nada penuh penyesalan usai kekalahan dari Bodo/Glimt.

Ia menegaskan bahwa performa tim tidak pantas untuk klub sebesar Manchester City dan menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.

Permintaan maaf itu terasa tulus, tapi juga menjadi cermin betapa dalamnya luka yang dirasakan skuad sendiri.

Refund Tiket Jadi Simbol Rasa Bersalah

Bukan hanya Haaland yang merasa bersalah.

Seluruh skuad City sepakat mengembalikan uang kepada 374 fans yang terbang ke Norwegia untuk mendukung langsung.

Total hampir 10.000 pound sterling dikembalikan, setara sekitar Rp195 miliar, sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Langkah ini memang pernah dilakukan klub lain seperti Arsenal dan Everton, tapi pertanyaannya tetap sama.

Apakah ini akan menghentikan rasa kecewa para penggemar mereka?

Opini Gilabola: Masalah Man City Tidak Bisa Diselesaikan Hanya dengan Niat Baik

Kami melihat masalah Manchester City jauh melampaui hasil satu atau dua pertandingan.

Sistem Guardiola membutuhkan disiplin posisi dan perlindungan ruang yang sempurna. Ketika cedera merusak struktur itu, pendekatan yang sama justru berubah menjadi jebakan.

Kehadiran Marc Guehi memang bisa membantu menambal pertahanan, tapi tanpa refleksi taktik dan tanggung jawab kolektif, luka City akan terus terbuka.

Fans boleh menerima uang refund, tapi yang mereka tunggu sebenarnya adalah satu hal sederhana. Bukti bahwa Man City belajar dari rasa malu ini.

Exit mobile version