Manchester City Menang Atas Liverpool Tapi Kini Hadapi Sanksi di Eropa

Manchester City Menang Atas Liverpool Tapi Kini Hadapi Sanksi di Eropa

Manchester City boleh menang 2-1 atas Liverpool, membuka kembaii peluangnya menjadi juara Liga Inggris musim ini, tapi di saat yang sama mereka menghadapi sanksi sangat berat di Liga Champions.

Berita terbaru beberapa jam lalu, mengutip pejabat tinggi UEFA, menyatakan hukuman sangat berat mungkin akan dijatuhkan terhadap skuad Pep Guardiola itu mulai musim depan, yakni dicoret dari Liga Champions.

Hal ini akan diberlakukan jika terbukti benar berita yang dilansir oleh majalah Jerman Der Spiegel bahwa Manchester City melakukan beberapa kecurangan akuntansi untuk lolos dari jebakan Financial Fair Play.

UEFA Konfirmasi Hukuman Berat Manchester City

Dalam sebuah wawancara dengan majalah asal Belgia Sport and Strategy, kepala penyelidik UEFA Yves Leterme mengatakan: “Jika apa yang telah ditulis tentang Manchester City itu benar adanya, mungkin ada masalah serius. Ini bisa berujung pada hukuman terberat – disingkirkan dari kompetisi UEFA.”

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Leterme, mantan perdana menteri Belgia, menjelaskan bahwa klub harus dengan jujur ​​melaporkan urusan keuangan mereka ke UEFA ketika mereka mengajukan permohonan lisensi untuk bersaing di kompetisi klub Eropa, Liga Champions dan Liga Europa.

Sebuah komisi pengawas dari UEFA kemudian secara acak memeriksa angka-angka dalam laporan keuangan klub dan akun-akun klub diperiksa oleh para ahli internal dan eksternal.

“Jika informasi [Der Spiegel] benar, ini bertentangan dengan prinsip pelaporan yang jujur ​​tentang urusan keuangan,” tambah Leterme.

Menurut majalah Jerman itu, klub yang dilatih oleh Pep Guardiola itu mengakali laporan keuangan. Salah satunya soal dana yang diterima dari sponsor. Misalnya saja, dari uang yang diklaim datang dari iklan Etihad sebesar 67,5 juta pound, hanya 8 juta yang benar-benar datang dari maskapai Uni Emirat Arab tersebut. Sisanya datang langsung dari pemiliknya Sheikh Mansour melalui Abu Dhabi United Group-nya.

Manchester City bersama dengan Paris Saint-Germain pernah dihukum untuk kasus yang sama pada tahun 2014. Mempertimbangkan hal itu, mengulangi kesalahan yang sama akan berujung hukuman yang lebih berat oleh UEFA.

Sebagai seorang anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Sheikh Mansour adalah wakil perdana menteri Uni Emirat Arab, dan saudara tirinya Sheikh Khalifa adalah presiden dan emir Abu Dhabi.

Praktek-praktek Akuntansi Manchester City

Majalah Der Speigel itu juga menuduh bahwa City melakukan backdated, sebuah praktek akuntasi untuk memundurkan tanggal transaksi keuangan untuk melindungi laporan keuangan di masa lalu. Klub berwarna biru itu juga dituding menggelembungkan beberapa kesepakatan lain dari sponsor mereka yang berbasis di UAE guna memenuhi pengeluaran besar klub, termasuk menyembunyikan pembayaran kepada mantan manajer Roberto Mancini dan secara artifisial mengurangi biaya citra mereka.

Prinsip utama FFP yang digariskan oleh UEFA adalah, sebuah klub dilarang berbelanja jauh lebih besar daripada pendapatan mereka (iklan, tiket masuk, dan lain-lain), guna mengurangi risiko klub menjdi bangkrut setelah jor-joran membeli pemain baru.