Manchester City Tim Terbaik di Dunia, Bukan Liverpool

Manchester City Tim Terbaik di Dunia, Bukan Liverpool

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menolak klaim manajer Manchester City, Pep Guardiola, yang menyebut the Reds sebagai ‘tim terbaik di dunia’. Sebaliknya, Klopp malah akui the Citizens lebih pantas menerima label tersebut.

Jelang tandang Liverpool ke markas Manchester City, Jumat (4/1), Pep Guardiola menggambarkan The Reds kemungkinan sebagai ‘tim terbaik di Eropa bahkan dunia saat ini, yang tengah berada dalam performa terbaiknya’.

Tapi, ketika ditanya tentang pernyataan Pep Guardiola tersebut dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Jurgen Klopp memilih untuk membalikkan pujian itu kepada Manchester City.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

“Ini pertandingan normal melawan Manchester City, yang sangat sulit – salah satu yang paling sulit yang bisa Anda mainkan di dunia sepakbola modern, ya tandang ke City. Kami rasakan itu berkali-kali. Mereka tim sepakbola yang sangat kuat dengan manajer yang luar biasa,” tandas manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

Bersiap Hadapi Lawan Terbaik di Dunia

“Kami harus mempersiapkan tim kami sebaik mungkin, kami harus berani, penuh ambisi, ngotot – semua itu, seperti di semua pertandingan lainnya. Tapi lawannya, bagi saya, masih tim terbaik di dunia. Saya malah sudah mengatakannya beberapa pekan lalu,” tambah pelatih asal Jerman itu.

“Ini 100 persen pendapat saya, karena saya melihat cara mereka bermain, hal-hal yang sudah mereka raih, kemampuan dan semua itu. Tidak ada yang berubah. Hanya poin yang berubah, tapi bukan itu yang disiapkan untuk pertandingan ini,” tegasnya.

“Tapi kami bersiap untuk satu pertandingan. Akankah saya mengatakan, mereka-lah tim terbaik di dunia jika tidak ada yang bertanya kepada saya? Tidak. Tapi kita membicarakannya,” ujar Klopp.

Bertekad Menang Walau Belum Tentu Menang 

“Sepertinya kami pergi ke sana dan kami lebih mungkin memenangkan pertandingan daripada mereka. Itu tidak benar. Hanya situasi beberapa pekan yang lalu, kami tertinggal satu poin dan jika Anda kalah maka itu empat poin – ‘Bisakah Anda menutup celah itu selama musim ini?’,” tandasnya.

“Ini semua hanya bicara, tidak ada hubungannya dengan kenyataan. Sebagian besar dunia sepakbola membicarakannya sebelum itu terjadi. Tetapi kita ada di sana untuk membiarkannya terjadi. Itulah bedanya. Kami sangat gembira, karena ini akan menjadi permainan yang sangat menarik, sulit, yang harus kami mainkan. Terlepas dari itu, ini situasi normal,” ungkap Klopp.