Manchester United Akan Dipermalukan Pendukungnya Sendiri

Manchester United Akan Dipermalukan Pendukungnya Sendiri

Manchester United menghadapi tekanan ganda, melawan favorit Liverpool plus dipermalukan pendukungnya sendiri pada laga hari Minggu (20/10).

The Red Devils akan menjamu Liverpool pada laga bigmatch Liga Inggris hari Minggu di Old Trafford dengan skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu tidak difavoritkan menang. Namun selain tekanan soal pertandingan, Manchester United juga akan dipermalukan pendukungnya sendiri.

Sebagian suporter Manchester United merencanakan sebuah aksi demonstrasi yang mendesak keluarnya keluarga Glazer dari manajemen klub sebelum dimulainya laga hari Minggu di Old Trafford. Penggemar yang tidak bahagia dengan performa klub yang tengah mendekati zona degradasi menargetkan bigmatch lawan Liverpool sebagai sebuah peluang emas untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka.

Keluarga Glazer asal Amerika yang menjadi pemilik Setan Merah telah mengambil ratusan juta pound dari klub itu sejak mengakuisisi saham The Ded Devils itu pada tahun 2005. Dan kekecewaan di antara para penggemar semakin memuncak dengan penampilan buruk mereka akhir-akhir ini. Berbeda sekali dengan rivalnya Liverpool, United mendekam di peringkat ke-12 di klasemen Liga Premier dengan hanya ada sedikit perbaikan saja di bawah Ole Gunnar Solskjaer.

Pawai #GlazersOut Hari Minggu

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Akibatnya, sejumlah pendukung aksi protes #GlazersOut merencanakan melakukan pawai sebelum dimulainya pertandingan hari Minggu. Rencananya adalah untuk menunjukkan kemarahan mereka dalam bentuk pawai ribuan orang ke Old Trafford, dengan semboyan “anti-Glazer/LUHG (Love United Hate Glazer)” dengan penggemar diminta membawa mercon suar, bendera serta syal berwarna hijau dan kuning. Warna hijau dan kuning mewakili simbol pemberontakan para pendukung Setan Merah yang tidak menyukai cara klub dijalankan oleh keluarga Glazer. Warna hijau-kuning dipakai oleh Newton Heath, nama klub yang didirikan tahun 1878 sebelum diubah menjadi Manchester United pada tahun 1902.

The Red Devils saat ini menduduki posisi 12 klasemen Liga Inggris, masih jauh dari zona degradasi, tapi perolehan poinnya yang hanya sembilan itu cuma berselisih dua di atas poin tujuh yang dimiliki Everton, penghuni posisi teratas zona degradasi. Sebuah kekalahan di tangan Liverpool mungkin saja akan membawa mereka lebih dekat lagi ke zona berbahaya itu, tergantung apa hasil-hasil yang diperoleh tim-tim di bawahnya, seperti Sheffield United, Brighton, dan Aston Villa.

Soal nasib Ole Gunnar Solskjaer sang pelatih, sumber di dalam manajemen sudah menyiapkan mental menghadapi kekalahan lawan The Reds asuhan Juergen Klopp itu. Asalkan skor kekalahan tidak terlalu besar mereka sudah siap. Sang pelatih tidak akan dipecat dekat-dekat 20 Oktober nanti. Laga melawan Norwich City tanggal 27 Oktober akan jadi penentu nasib Solskjaer. Jika kalah lawan tim Teemu Pukki itu maka akhir Oktober benar-benar menjadi Halloween yang menakutkan bagi manajer Norwegia tersebut.