Gilabola.com – Manchester United tengah mempertimbangkan langkah untuk merekrut gelandang West Ham United, Mateus Fernandes, pada bursa transfer musim panas mendatang.
Situasi masa depan Michael Carrick memang belum jelas, tetapi Setan Merah tetap melanjutkan rencana perekrutan meski belum menentukan pelatih kepala permanen berikutnya.
Siapa pun yang nantinya menangani tim, sektor gelandang tengah menjadi prioritas utama. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan hengkangnya Casemiro serta keinginan klub untuk melepas Manuel Ugarte yang tampil di bawah ekspektasi sejak didatangkan dari Paris Saint-Germain.
Kobbie Mainoo telah memastikan masa depannya bersama klub masa kecilnya. Namun, tim asal Old Trafford itu tetap ingin menambah setidaknya dua gelandang baru guna melengkapi skuad yang ada.
Sejumlah nama masuk dalam radar, seperti Elliot Anderson, Carlos Baleba, Adam Wharton, serta Adam Scott. Selain itu, pemain Aston Villa, Morgan Rogers, juga dipertimbangkan sebagai penerus jangka panjang Bruno Fernandes di posisi nomor 10.
Sementara itu, Fernandes turut masuk dalam daftar incaran setelah tampil impresif bersama The Hammers yang sedang kesulitan, sebagaimana dilaporkan Telegraph.
Klub asal London Timur itu berpotensi terdegradasi, kondisi yang kemungkinan memaksa mereka melepas sejumlah pemain penting. Salah satunya adalah Fernandes yang didatangkan dari Southampton dengan nilai transfer sekitar Rp760 miliar pada musim panas lalu.
Meski performa Mainoo terus berkembang hingga mendapatkan kontrak baru pekan lalu, mantan kapten United, Roy Keane, belum sepenuhnya yakin gelandang muda tersebut layak menjadi fondasi lini tengah tim.
“Saya belum benar-benar yakin dengannya. Dia pemain muda yang bagus, tetapi masih sangat muda dan baru bermain sekitar 70 laga di tim utama,” ujar Keane.
“Dia memang sudah masuk skuad Inggris, tetapi belum cukup meyakinkan. Saya harap musim depan dia bisa tampil lebih konsisten. Saya memang cukup keras dalam menilai gelandang, termasuk terhadap diri sendiri. Menurut saya, dia masih harus banyak berkembang. Apakah dia punya peluang? Tentu saja ada. Dia masih dalam proses belajar.”
Keane juga mempertanyakan apakah pemain akademi tersebut memiliki kemampuan fisik yang cukup untuk memenuhi tuntutan sepak bola modern, terutama dalam situasi transisi cepat.
“Masalahnya, ketika orang bertanya apakah dia cukup eksplosif, apakah hal itu bisa ditingkatkan jika dia tidak memiliki akselerasi yang cepat?” lanjutnya.
“Enam bulan terakhir bisa menjadi pelajaran berharga baginya. Sebagai pemain muda di klub besar, dia sempat mendapat sorotan besar, tampil bagus, lalu dipanggil tim nasional.
“Dalam beberapa bulan terakhir, sempat muncul wacana peminjaman. Namun, saya selalu berpendapat bahwa terkadang pemain perlu bertahan, belajar, dan memahami permainan serta timnya.”

