Manchester United membalikkan keadaan untuk menundukkan Crystal Palace yang bermain dengan 10 orang dan mengamankan kemenangan penting di Liga Inggris. Laga di Old Trafford itu berubah arah setelah keputusan penalti dan kartu merah yang memicu perdebatan, sebelum akhirnya Setan Merah menang 2-1 dan naik ke peringkat ketiga klasemen.
Palace sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol Maxence Lacroix pada menit keempat. Bek asal Prancis itu menyambut awal pertandingan dengan sempurna dan membuat tim tamu berada di jalur kemenangan ketiga beruntun di Old Trafford.
Namun momentum berubah drastis di babak kedua.
Titik Balik: Penalti dan Kartu Merah
Insiden krusial terjadi ketika Lacroix menarik Matheus Cunha. Kontak pertama memang terjadi di luar kotak penalti, tetapi sang bek tidak melepaskan pegangannya saat Cunha masuk ke area terlarang. Penyerang asal Brasil itu terjatuh, dan setelah meninjau tayangan ulang di monitor, wasit Chris Kavanagh tetap pada keputusan awalnya: penalti untuk Manchester United sekaligus kartu merah bagi Lacroix karena menggagalkan peluang emas mencetak gol.
Bruno Fernandes mengeksekusi penalti pada menit ke-57 dan mengirim bola melewati Dean Henderson untuk menyamakan kedudukan. Delapan menit berselang, Benjamin Sesko membawa tuan rumah berbalik unggul lewat sundulan keras memanfaatkan umpan silang Fernandes.
Gol tersebut menandai pertandingan ketiga berturut-turut bagi striker Slovenia itu. Ia kini mengoleksi tujuh gol dalam delapan laga terakhir, sebuah catatan yang menunjukkan peningkatan signifikan setelah sempat kesulitan beradaptasi.
Henderson, mantan kiper United, sempat menjaga harapan Palace lewat penyelamatan refleks gemilang dari peluang Casemiro. Ia juga menggagalkan upaya berbahaya pemain pengganti Amad Diallo, tetapi keunggulan tuan rumah tidak lagi berubah hingga peluit akhir.
Dapatkan informasi terkini lainnya dari sepak bola Premier League hanya di halaman berita Liga Inggris terbaru.
Konsistensi Carrick dan Peluang ke Liga Champions
Kemenangan ini memperpanjang catatan Michael Carrick menjadi enam kemenangan dan satu hasil imbang dari tujuh pertandingan sejak menangani tim. United kini melampaui Aston Villa dan duduk di peringkat ketiga berkat selisih gol. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak musim pertama Erik ten Hag pada 2023.
Dengan tidak adanya kompetisi Eropa dan setelah laga tandang ke Newcastle pada Rabu tidak lagi memiliki jadwal tengah pekan, peluang Manchester United untuk mengamankan tiket Liga Champions terbuka lebar. Dalam konteks persaingan papan atas, stabilitas performa di fase akhir musim bisa menjadi pembeda.
Performa Sesko yang sedang tajam memberi dimensi fisik yang sebelumnya sulit didapatkan selama dua musim terakhir dari Rasmus Hojlund sebagai penyerang utama. Kehadiran Cunha dan Bryan Mbeumo turut mengurangi beban di lini depan, membuat serangan lebih variatif.
Meski demikian, suasana di sekitar klub belum sepenuhnya tenang. Pada awal babak kedua, sebagian suporter membentangkan spanduk yang menyindir pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe terkait komentar kontroversialnya soal imigrasi. Di luar lapangan masih ada kegelisahan, tetapi di dalamnya hasil positif terus berdatangan.
Satu-satunya kabar kurang baik bagi Carrick adalah cedera Luke Shaw yang membuatnya ditarik keluar pada menit ke-24. Bek kiri itu diragukan tampil saat menghadapi Newcastle.
Bagi Palace, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-14, unggul 10 poin dari zona degradasi. Dengan posisi relatif aman, fokus mereka berpotensi mengarah ke Conference League sebagai peluang meraih trofi sekaligus tiket ke Eropa sebelum Oliver Glasner meninggalkan klub pada akhir musim.
Manchester United mungkin diuntungkan oleh momen kontroversial, tetapi mereka tetap menunjukkan kapasitas untuk memanfaatkan situasi. Dalam perburuan empat besar, ketajaman membaca momentum sering kali menentukan hasil akhir musim.

