Gilabola.com – Manchester United dikabarkan tengah menyiapkan daftar pengganti Ruben Amorim setelah serangkaian hasil buruk, termasuk tersingkir dari Carabao Cup oleh tim League Two, Grimsby Town, yang membuat masa depan manajer asal Portugal itu berada di ujung tanduk.
Krisis Performa di Bawah Amorim
Amorim yang baru menjabat kurang dari 10 bulan sudah memicu keraguan besar. Dari 29 pertandingan Premier League, ia hanya mampu mengumpulkan 28 poin dengan tujuh kemenangan. Musim yang seharusnya menjadi titik balik kembali berubah menjadi masa-masa sulit di Old Trafford.
Padahal, Amorim sudah mendapatkan dukungan penuh pada bursa transfer dengan perekrutan Matheus Cunha, Bryan Mbuemo, dan Benjamin Sesko senilai total Rp3,7 triliun.
Namun, ketiga pemain itu belum mencetak satu pun gol. Bahkan, meski sempat bangkit dari ketertinggalan 0-2, United akhirnya kalah lewat adu penalti melawan Grimsby di ajang Carabao Cup.
Kini, laga melawan tim promosi Burnley di Old Trafford akhir pekan ini akan menjadi ujian krusial. Secara historis, pertandingan seperti ini biasanya terasa rutin bagi United, namun performa terbaru menunjukkan situasi bisa jauh berbeda.
Kandidat Pengganti Amorim Sudah Disiapkan
Menurut laporan CaughtOffside, Manchester United telah menyiapkan daftar calon manajer jika harus berpisah dengan Amorim. Nama Oliver Glasner dan Andoni Iraola masuk dalam daftar, keduanya mendapat pujian karena mampu mengangkat performa klub dengan sumber daya terbatas di Crystal Palace dan Bournemouth.
Glasner yang sukses mempersembahkan dua trofi utama pertama dalam sejarah Palace disebut menjadi kandidat terkuat dan diyakini bersedia menerima tawaran jika United datang.
Sementara itu, Gareth Southgate juga masih masuk radar, meski pihak INEOS yang kini mengontrol aspek sepak bola di United diyakini berhati-hati terhadap reaksi publik bila menunjuk eks manajer Timnas Inggris itu.
Perkataan Jujur Amorim Soal Masa Depannya
Amorim sendiri tidak menutup-nutupi kegelisahannya soal masa depan. Dalam konferensi pers jelang laga melawan Burnley, ia berkata:
“Terkadang saya ingin berhenti, terkadang saya ingin berada di sini selama 20 tahun. Terkadang saya senang bersama para pemain saya, terkadang saya tidak ingin bersama mereka. Saya harus memperbaikinya. Ini akan sulit.”
Sebelumnya, setelah kekalahan lewat adu penalti kontra Grimsby, ia juga menyampaikan:
“Saya rasa tim dan para pemain sudah berbicara dengan sangat jelas hari ini. Itu saja. Kami kalah. Tim terbaik menang. Semua orang jelas melihat apa yang terjadi.”
Jalan Menuju Keputusan Berat
Dengan tidak adanya kompetisi Eropa musim ini, Manchester United hanya menyisakan FA Cup dan perjuangan di liga.
Namun, dengan investasi besar yang sudah dikeluarkan klub, sulit membayangkan INEOS akan menunggu lama jika performa Amorim tak kunjung membaik. Sebuah perubahan di kursi manajer kini terasa semakin tidak terelakkan.