Manchester United Tak Menarik Bagi De Ligt

Manchester United Tak Menarik Bagi De Ligt

Gilabola.com – Manchester United tidak terlalu menarik bagi Matthijs De Ligt. Klub Liga Inggris itu ia lihat tak sebagus Barcelona.

Manchester United memang termasuk di antara deretan klub peminat Matthijs de Ligt. Kini mereka harus bersiap kemungkinan terburuk, karena sang pemain telah mengungkapkan bahwa dia malah mempertimbangkan untuk pindah ke Barcelona saja karena dia ‘tidak takut’ oleh persaingan demi tempat di tim utama Ernesto Valverde.

Pemain berusia 19 tahun itu merupakan salah satu pemain yang paling diincar di Eropa setelah membantu Ajax Amsterdam meraih gelar domestik ganda mereka dalam 17 tahun belakangan. The Red Devils, Juventus dan Paris-Saint Germain sama-sama berupaya mendekati de Ligt dalam beberapa pekan terakhir.

Barcelona-yang baru-baru ini sukses menandatangani rekan setimnya, Frenkie de Jong, ingin meneruskan minat mereka terhadap pemain Belanda yang lain. De Ligt lantas mengklaim bahwa dirinya akan membuat keputusan tentang masa depannya setelah menuntaskan liburan singkatnya, namun dirinya telah mengisyaratkan tertarik berseragam Barca.

Manchester United kurang memiliki persaingan ketat

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Kekuatan uang Setan Merah yang menggiurkan ternyata tidak membuat sang pemain tergoda. Ia lebih memilih tim dengan persaingan yang menantang untuk didatangi.

“Saya harus menilai apakah sudah waktunya untuk pergi ke Barcelona nantinya,” ujar bek tengah itu melalui media Spanyol Mundo Deportivo. “Saya hanya ingin bermain bola, uang bukan masalah juga saya tidak takut untuk berada dalam kondisi persaingan yang ketat.”

De Ligt juga mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo memang sempat membujuknya untuk bergabung dengan Juventus usai kemenangan Timnas Portugal. Saat ditanya apakah Ronaldo telah mendesak dia untuk bergabung dengan Juve, de Ligt mengatakan kepada NOS: “Itu bisa jadi benar (rayuan gabung Juventus). Apa jawaban saya? Saya tidak memahaminya pada awalnya. Jadi saya bilang… tidak, saya tidak mengatakan apa-apa.”

“Saya agak kaget saja, itu sebabnya saya langsung tertawa. Tapi saya tidak mengatakan apa-apa saat itu. Hanya setelah permainan saya baru menyesal bahwa saya telah melewatkan satu kesempatan, itu saja yang saya ada dalam pikiran saya,” pungkasnya.