Manchester United Wajib Dengar Saran Paul Merson Soal Ighalo

Manchester United Wajib Dengar Saran Paul Merson Soal Ighalo

Gilabola.com – Manchester United wajib dengar saran Paul Merson soal bintang klub Liga Inggris pinjaman mereka, Odion Ighalo.

Manchester United 3 hari yang lalu pede siapkan kostum untuk pemain buruan mereka. Kini mereka dapat saran dari Paul Merson soal kelanjutan karir mantan pemain Changchun Yatai, Odion Ighalo, di Old Trafford.

Sang pemain didaratkan dari klub Liga Super China, Shanghai Shenhua, pada transfer Januari silam. Sempat harus dikarantina terlebih dahulu, Ighalo langsung meroket begitu dapat kesempatan bertanding.

Sebelumnya The Red Devils sempat kesulitan mencari pengganti Romelu Lukaku dan kini Paul Merson menilai Ighalo adalah orang yang selama ini mereka cari. Mereka hanya perlu memberikan perpanjangan kontrak pinjaman atau sekalian mempermanenkan Ighalo saja.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Ighalo lantas disarankan Paul Merson agar terus membuktikan dirinya memang layak dipermanenkan manajemen Old Trafford. Sang pemain selalu menyatakan impian bermain di The Red Devils dan sejauh ini apa yang ia perlihatkan perlu diapresiasi Ole Gunnar Solskjaer.

Manchester United perlu mempermanenkan Ighalo

Paul Merson mengaku nakal terkejut jika di akhir masa peminjaman Ighalo mereka tidak mempermanenkan sang pemain. Pihak Shanghai Shenhua memang berpeluang akan mempertahankan Ighalo, namun penawaran uang bernilai besar dijamin akan membuat mereka tertarik untuk melepas sang pemain ke kubu The Red Devils.

Pemain kelahiran Lagos, Nigeria, pada 16 Juni 1989 itu sejauh musim Premier League kali ini sudah turun di 4 laga. Dari 4 pertandingan itu dirinya belum mencetak gol, belum menghasilkan assist dan kartu kuning.

Di ajang Liga Europa dirinya turun di 3 pertandingan dengan menghasilkan 2 gol, 1 assist dan tanpa kartu kuning. Sementara di gelaran FA Cup dirinya baru turun di 1 laga dan sukses mencetak 2 gol.

Ighalo punya karakteristik permainan yang sangat kuat untuk urusan finishing. Masalahnya, ia lemah soal menguasai bola, kesadaran akan jebakan offside, duel perebutan bola di udara, umpan dan kontribusi untuk pertahanan timnya.