Manuel Pellegrini Terancam Dipecat West Ham United

Berita Liga Inggris, West Ham United, Manuel Pellegrini
Berita Liga Inggris - Legenda West Ham United, Tony Cascarino, mengaku yakin klub itu akan segera pecat Manuel Pellegrini karena tak pernah menang hingga pekan ke-4 musim ini.

Gilabola.com – Manuel Pellegrini berada di ambang pemecatan, demikian ungkap legenda West Ham United, Tony Cascarino, setelah The Hammers tak pernah menang di awal musim ini bahkan kalah 0-1 dari tim promosi, Wolves, Sabtu (1/9) lalu.

Manuel Pellegrini baru saja direkrut pada musim panas tahun ini, usai tangani sebuah klub di China. Tapi Tony Cascarino menganggap hari-harinya di West Ham United akan segera berakhir setelah klub habiskan 100 juta pounds (1,9 triliun rupiah) selama jendela transfer.

“Tahun lalu saya mengatakan setelah empat pertandingan Frank de Boer akan dipecat di Crystal Palace dan saya punya perasaan yang sama dengan Manuel Pellegrini di West Ham,” ungkap Tony Casrcarino dalam tulisannya di The Times.

“Mengingat cara mereka dikalahkan, saya tidak bisa melihat jalan keluar untuk tim ini. Klub mengambil risiko besar menyingkirkan David Moyes dan saya pikir setelah satu pertandingan musim ini, saya telah mengacaukan prediksi pramusim saya. Saya seharusnya menempatkan mereka (West Ham United) sebagai salah satu tim yang akan terdegradasi,” tambahnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Pep Guardiola memberikan wawancara kepada Gary Neville di akhir musim lalu, dan mengatakan salah satu tuntutan terbesarnya kepada para pemainnya adalah mereka harus berlari,” lanjut Cascarino.

“Pikirkan itu dan lihatlah West Ham. Beberapa pemain tidak bisa lari. Beberapa pemain pada hari Sabtu memilih untuk tidak berlari. Saya tidak melihat ini sebagai masalah jangka pendek,” ungkapnya.

“Tanda-tandanya ada di pertandingan pertama melawan Liverpool. Itu mengkhawatirkan. Mereka bisa saja kalah dengan kebobolan delapan gol. Saya melihat kesamaan dengan QPR ketika mereka promosi ke Premier League dan memiliki banyak pemain dengan gaji besar yang tidak bekerja sekeras yang mungkin mereka bisa lakukan,” pungkas Cascarino.