Marcus Rashford Dapat Harapan Baru di Man United Usai Ruben Amorim Dipecat

Gilabola.com – Marcus Rashford berpeluang mendapatkan jalan kembali ke Manchester United setelah klub memutuskan memecat Ruben Amorim, sosok yang sebelumnya mencoretnya dari rencana tim. Situasi ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan Rashford di Barcelona, klub yang saat ini meminjamnya hingga akhir musim.

Rashford masih terikat kontrak dengan Manchester United hingga 2028. Namun, hubungannya dengan Amorim membuat sang penyerang harus mencari menit bermain di tempat lain, termasuk menjalani dua masa peminjaman dalam setahun terakhir.

Marcus Rashford dan Retaknya Hubungan dengan Ruben Amorim
Masalah Rashford bermula pada Februari lalu ketika Manchester United memutuskan meminjamkannya ke Aston Villa. Keputusan itu diambil setelah Rashford tersisih dari pilihan Amorim, meski ia sempat mencetak gol pertama pada era pelatih tersebut pada November 2024.

Secara keseluruhan, Rashford mencetak tiga gol dalam enam pertandingan di bawah Amorim sebelum akhirnya kembali kehilangan tempat. Amorim kala itu menegaskan bahwa keputusannya bukan bersifat personal.

“Tim kami seharusnya jauh lebih baik dengan Rashford. Tapi dia harus berubah,” ujar Amorim.

“Jika dia berubah, kami akan sangat senang memainkan talenta seperti Rashford. Kami membutuhkannya.”

Amorim juga menambahkan bahwa ia menerapkan standar yang sama kepada semua pemain, tanpa pengecualian.

Bangkit di Aston Villa, Lanjut ke Barcelona

Setelah gagal kembali menembus tim utama United, Rashford dipinjamkan ke Aston Villa hingga akhir musim lalu. Di Villa Park, ia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan mencatatkan 10 kontribusi gol dari 17 penampilan.

Namun, performa tersebut tetap tidak cukup untuk mengamankan tempatnya di Old Trafford. Amorim secara terbuka menjelaskan alasannya melepas Rashford.

“Saya tidak bisa membuat Marcus memahami cara bermain dan berlatih sepak bola seperti yang saya inginkan,” kata Amorim.

“Terkadang satu pemain bisa sangat cocok dengan satu pelatih, tapi berbeda dengan pelatih lainnya.”

Usai masa peminjaman di Villa, Rashford kemudian bergabung dengan Barcelona pada musim panas. Klub asal Catalunya itu menyertakan opsi pembelian permanen senilai £26 juta, atau sekitar Rp520 miliar, dalam kesepakatan peminjaman.

Keinginan Bertahan di Barcelona dan Ketidakpastian Transfer

Rashford tidak menutupi keinginannya untuk bertahan di Spanyol. Kepada ESPN pada Oktober, ia mengaku ingin menetap di Barcelona dalam jangka panjang.

“Ya, tentu saja. Saya menikmati klub ini. Barcelona adalah salah satu klub terpenting dalam sejarah sepak bola. Bagi pemain, ini adalah sebuah kehormatan,” kata Rashford.

Ia juga mengulang pernyataan serupa kepada Sport bulan lalu, dengan menegaskan bahwa target akhirnya adalah bertahan di Barcelona dan memenangkan gelar.

Namun, laporan dari Mundo Deportivo menyebutkan bahwa masa depan Rashford di Barcelona belum sepenuhnya pasti. Meski mendapatkan respons positif dari internal klub, opsi pembelian permanen tersebut belum tentu diaktifkan.

Barcelona dikabarkan akan mencoba menegosiasikan harga yang lebih rendah dari kesepakatan awal Rp520 miliar, seiring kondisi finansial klub. Meski demikian, pihak Barcelona diyakini cukup percaya diri Rashford akan menolak tawaran dari klub lain.

Di sisi lain, kepergian Amorim dari Manchester United menciptakan dinamika baru yang bisa memengaruhi keputusan Rashford soal masa depannya.

Jejak Panjang Marcus Rashford Bersama Manchester United

Sebagai produk akademi Manchester United, Rashford melakoni debut tim utama pada Februari 2016. Hingga saat ini, ia telah mencatatkan 138 gol dari 426 penampilan bersama Setan Merah.

Dalam periode tersebut, Rashford turut membantu United meraih dua Piala FA, dua Piala Liga, serta Liga Europa 2017.

Opini Gilabola.com

Menurut kami, pemecatan Ruben Amorim membuka peluang yang seharusnya dimanfaatkan Manchester United untuk menata ulang hubungan dengan Marcus Rashford. Mengabaikan pemain yang tumbuh dari akademi dan sudah terbukti kontribusinya hanya karena perbedaan filosofi pelatih adalah kerugian besar.

Jika Rashford akhirnya pergi permanen, itu lebih mencerminkan kegagalan manajemen menjaga asetnya sendiri, bukan sekadar keputusan teknis di lapangan.