Marcus Rashford Tak Nyaman Dibandingkan Dengan Ronaldo

Marcus Rashford Tak Nyaman Dibandingkan Dengan Ronaldo

Gilabola.com – Marcus Rashford tak nyaman dibandingkan dengan Ronaldo. Pelatih klub Liga Inggris Manchester United Solskjaer yang melakukan perbandingan itu.

Bintang muda Manchester United, Marcus Rashford dilaporkan Fox Sports tidak suka dengan perbandingan denngan Cristiano Ronaldo. Manajer The Red Devils Ole Gunnar Solskjaer sebelumnya dengan bangga membandingkan sang pemain dengan idola Lionel Messi tersebut.

Rashford telah memperlihatkan perbaikan performa besar-besaran dan setelah menang skor 2-1 atas Manchester City, Ole langsung membandingkan sang pemain dengan Ronaldo. Ia mengatakan jika mudah untuk membandingkan kedua pemain karena mereka punya kesamaan keterampilan, bentuk tubuh, sikap dan atribut yang menyertai keduanya.

Merasa tidak nyaman, Rashford buru-buru menjawab pujian itu dengan mengatakan jika perbandingan itu sejatinya bagus, tapi dia merasa perjalanan karirnya masih terlalu panjang. Alih-alih dibandingkan, ia ingin dibiarkan tenang meniti karir profesionalnya seperti pemain lain.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Segalanya dari Ronaldo adalah yang bagus-bagus saja, jelas merupakan suatu pujian (dibandingkan dengan CR7),” ujar Rashford kepada BBC Sport. “Tapi saya juga tahu seberapa jauh perjalanan saya untuk mencapai level yang beliau capai. Saya hanya ingin fokus pada diri saya sendiri saja.”

Ia juga mengomentari lukisannya yang telah dipajang di fasilitas pelatihan klub di Carrington. Sekali lagi dirinya jadi merasa tidak nyaman dengan bentuk pujian seperti itu.

“Lukisan ini kok terasa jadi sedikit berlebihan ya, tetapi itu adalah bagian dari proses pembangunan juga sih. Para pemain yang jadi panutan saya jelas sudah lebih tua sekarang. Para pemain muda giliran melihat kami sebagai panutan mereka,” lanjutnya lagi.

Marcus Rashford sadar mulai jadi panutan seperti Cristiano Ronaldo

“Proses transisinya terasa terjadi begitu cepat. Pada saat saya mengerti proses transisi itu, persepsi saya tentang lukisan itu jadi berubah sedikitlah.”

“Pada saat saya masih muda dulu dan melihat foto para pemain seperti David Beckham dan Paul Scholes di dinding, rasanya jadi memberikan saya tekad kuat setiap kali saya pergi ke lokasi latihan. Saya ingin sehebat mereka.”

“Saya tahu kalau mereka berada di sisi lain dari bangunan ini, berlatih setiap hari dan terus bekerja keras. Saya begitu jauh dari mereka, tapi begitu dekat juga pada waktu yang bersamaan.”

“Yang terjadi sekarang adalah orang-orang seperti saya dan Scott McTominay berbalik jadi panutan untuk beberapa pemain muda Akademi yang datang ke sini. Prosesnya akan terus terjadi seperti itu,” pungkasnya.