Mauricio Pochettino Bangga Membawa Tottenham di Level Berbeda

Mauricio Pochettino Bangga Membawa Tottenham di Level Berbeda

Gilabola.com – Mauricio Pochettino mengungkapkan bahwa ia merasa bangga pernah menjadi bagian pelatih Tottenham Hotspur. Dan membawa eks timnya bersaing di Liga Inggris dan Liga Champions.

Seperti diketahui sebelum hadirnya pelatih berusia 47 tahun tersebut. Penampilan Spurs bisa dibilang tidak begitu mengesankan. Dimana kerap kali selalu mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Apalagi jika sudah bersua Arsenal dalam Derby London Utara. Dimana The Gunners sering sekali menguasai hasil akhir pertandingan ketika keduanya bentrok di berbagai ajang.

Akan tetapi, sejak hadirnya Pochettino pada Mei 2014 lalu. Permainan Tottenham perlahan mulai meningkat drastis. Bahkan pria asal Argentina tersebut berhasil mengubah timnya menjadi hebat dan ditakuti oleh sejumlah klub-klub langganan big four seperti Manchester United, Chelsea dan Liverpool.

Alhasil, Harry Kane dan kawan-kawan sekarang mampu bersaing dengan Meriam London untuk memperbutkan 4 besar Premier League. Menariknya, dalam tiga musim terakhir ini mereka juga berhak bermain di Liga Champions.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Tak ayal, Tottenham kini menjadi tim kuda hitam baik di pentas liga domestik dan Eropa. Namun sayangnya, pada November 2019 lalu Pochettino justru terdepak dari kursi kepelatihan. Hal ini disebabkan ia di anggap gagal membawa timnya bersaing di papan atas.

Hasilnya, petinggi klub langsung menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih kepala. Dibawah arahan pria asal Portugal tersebut memang permainan The Lily Whites mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

Meski kini tengah menganggur dan sedang menunggu tawaran dari sejumlah klub-klub. Namun, Poche mengaku merasa sangat senang sekaligus bangga pernah membawa Spurs menjadi klub yang ditakuti lawan.

“Semua yang harus saya lakukan sangat menakutkan di momen saat itu,”Kata Mauricio Pochettino kepada sky sports.

“Untuk menghancurkan White Hart Lane dan membangun stadion baru, kemudian bermain di Wembley dan Milton Kaynes, adalah kota sepakbola yang tahu betapa sulitnya menghadapi situasi seperti ini.

“Untuk menerapkan filosofi baru dan ide yang baru sangat sulit tetapi saya merasa sangat bangga dengan keberhasilan yang kami miliki dan membawa Tottenham ke level yang berbeda.

“Bermain di Liga Champions selama tiga atau empat tahun dan menyelesaikan musim di atas Arsenal berkali-kali merupakan sesuatu warisan yang hebat bagi kami.”Ujar Pochettino.