Maurizio Sarri Akui Chelsea Sulit Pertahankan Eden Hazard

Maurizio Sarri Akui Chelsea Sulit Pertahankan Eden Hazard

Gilabola.com – Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, mengaku harus ‘hormati keputusan Eden Hazard’ jika pemain asal Belgia itu ingin tinggalkan Stamford Bridge musim panas nanti.

Laporan yang berkembang awal pekan ini memperkirakan, Real Madrid bisa dapatkan Hazard jika mereka bersedia turuti permintaan Chelsea dan gelontorkan dana 100 juta Poundsterling (sekitar Rp1,8 triliun) untuk gelandang berusia 28 tahun itu.

Hazard memang terus tampil memukau, di mana ia sukses mencetak dua gol saat Chelsea kalahkan West Ham United, 2-0, di partai lanjutan Liga Premier yang digelar di Stamford Bridge, Selasa (9/4) dinihari tadi.

“Jika Eden ingin mencari pengalaman di tempat lain, akan sulit bagi kami mempertahankan dia di sini,” tandas Sarri kepada Sky Sports.

‘Harus Hormati Keputusan Hazard’

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

“Eden tunjukkan permainan yang menakjubkan. Saat dia bisa bermain seperti itu, kami merasa beruntung karena akan mudah bagi kami untuk menang. Dana 100 juta Pounds terlalu murah di pasar sekarang ini, kami sudah saksikan harga yang berkembang di bursa terakhir,” tambahnya.

“Klub setuju dengan saya (soal keinginannya mempertahankan Hazard). Kami mencoba untuk berkembang, kami mencoba untuk menjadi salah satu tim terbaik di Inggris, dan sebagai konsekuensinya, di Eropa. Tapi saya pikir, saya harus hormati keputusannya,” ujar mantan pelatih Napoli tersebut.

“Saya berharap itu tidak benar. Setiap pelatih pastinya ingin mempertahankan pemain seperti dia,” tegas pelatih asal Italia tersebut dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live.

Putar Otak Lagi Jika Hazard Benar-benar Hengkang

“Benar-benar musibah kalau pemain seperti Eden putuskan untuk pindah klub. Sangat sulit untuk temukan pemain lain dengan level yang sama, karena di dunia ini hanya ada dua atau tiga pemain yang bisa berada di level sama,” tandasnya.

Jika Hazard tetap tinggalkan Stamford Bridge?

Sarri mengaku timnya akan mencoba sesuatu yang berbeda, dan bukannya menemukan Hazard yang lain. Pasalnya, sekali lagi, diakuinya Hazard merupakan pemain yang unik.